Mengenal NIB Perusahaan untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah)

nib perusahaan

Apa pentingnya NIB Perusahaan untuk UMKM? Ketika semakin banyak orang membuka bisnis, pemerintah membuat peraturan untuk memudahkan bisnis kecil berkembang. Salah satunya adalah dengan NIB Perusahaan.

Apa itu NIB Perusahaan?

Beberapa waktu yang lalu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI (Kemenko Perekonomian) membuat No Induk Berusaha (NIB), dokumen yang digunakan untuk meringkas berbagai macam pengurusan izin usaha di Indonesia. 

Peraturan baru tersebut tidak lain menyarankan para Pelaku Usaha untuk segera mengurus NIB. 

Dengan adanya NIB, pengusaha saat ini bisa menikmati kemudahan dalam mengurus legalitas perusahaan.

Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2018 perihal Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (PBTSE). 

Setiap Pelaku Usaha baik perorangan ataupun non perorangan yang ingin membuka usaha ataupun yang telah menjalankan usaha harus melakukan registrasi NIB kepada Lembaga Online Single Submission (OSS) sebagai penerbit Perizinan Berusaha.

 

Apa Perbedaan NIB dan IUMK?

IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) merupakan tanda legalitas kepada seorang atau pelaku usaha / aktivitas tertentu dalam bentuk satu lembar.

Sederhananya NIB merupakan“ KTP-nya Pengusaha”, sebaliknya IUMK selaku“ SIM-nya Pengusaha” pada konteks dunia bisnis skala mikro dan kecil.

 

Mengapa Pelaku Usaha Wajib Memiliki NIB?

  1. Memangkas Proses Pengurusan Izin

NIB adalah suatu identitas bagi pelaku usaha. Tidak hanya berperan selaku identitas usaha, NIB juga sekaligus berlaku sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Angka Pengenal Impor (API), Akses Kepabeanan, terutama bila pemilik usaha melakukan kegiatan ekspor ataupun impor. 

Maksudnya, dengan NIB, pelaku usaha tidak perlu lagi mengurus 3 persyaratan izin usaha tsb. 

Lewat registrasi NIB, pemilik usaha juga bisa mendapatkan dokumen registrasi yang lain yang diperlukan untuk perizinan usaha seperti NPWP, Surat Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), bukti registrasi BPJS Ketenagakerjaan, dan izin usaha untuk sektor perdagangan (SIUP).

  1. Pengajuan Izin Semakin Cepat dengan Automatic Approval Dari Sistem OSS

Sebelum adanya sistem OSS serta NIB perusahaan, pemilik usaha mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk mengajukan izin. 

Perbedaan kebijakan dan peraturan yang berlaku di setiap daerah menjadi aspek yang membuat perizinan usaha dinilai rumit dan memakan waktu yang lama hingga berbulan-bulan.

Tetapi, dengan sistem OSS serta NIB perusahaan, pemilik usaha bisa mendapatkan kemudahan dalam mengurus perizinan karena persyaratan pengajuan izin diseragamkan dan tidak mengharuskan tinjau ulang dokumen. 

Selama pelaku usaha memenuhi persyaratan, izin usaha bisa diperoleh dengan cepat.

  1. Menyederhanakan Persyaratan Perizinan Usaha

NIB memberikan fasilitas bagi pemilik usaha untuk menyimpan data perizinan dalam satu identitas.

Dengan begitu, Anda tidak perlu membawa berkas persyaratan untuk mengurus perizinan. 

Pemilik usaha hanya perlu memakai NIB serta berkas pendukung untuk mengurus perizinan tanpa harus membawa tumpukan map berkas yang sangat banyak yang tidak praktis. 

Dengan NIB perusahaan, Anda bisa mendapatkan akses untuk membuat izin lain seperti izin operasional dan komersial.

 

Fungsi NIB Perusahaan

Mirip dengan NIK untuk penduduk Indonesia, NIB merupakan nomor identitas bagi suatu perusahaan. Fungsi NIB ini menggantikan sebagian izin sebelumnya. 

NIB menggantikan izin TDP (Tanda Daftar Perusahaan), API (Angka Pengenal Impor), juga akses kepabeanan sebagai eksportir dan importir. 

NIB perusahaan bisa Anda dapatkan secara online melalui OSS (Online Single Submission). 

Dengan adanya NIB, pemilik usaha baik badan usaha maupun non badan usaha, sekarang mempunyai nomor identitas nasional sebagai pengenal.

Berikut usaha yang dapat mendaftarkan NIB via OSS:

  1. Perseroan Terbatas
  2. Perusahaan Umum
  3. Perusahaan Umum Daerah
  4. Tubuh Hukum Yang lain yang dipunyai oleh Negara
  5. Tubuh Layanan Umum
  6. Lembaga Penyiaran
  7. Tubuh Usaha yang didirikan oleh Yayasan
  8. Koperasi
  9. Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschap) ataupun biasa diucap CV
  10. Persekutuan Firma (Vennootschap Onder Firma)
  11. Persekutuan Perdata

Apa itu OSS NIB?

OSS merupakan sistem registrasi izin usaha dan juga izin komersil melalui sistem elektronik yang terintegrasi sehingga lebih mudah dan lebih cepat.

OSS bisa diakses melalui https://oss.go.id/oss/. OSS diperuntukkan bagi badan usaha seperti usaha perorangan, CV, PT hingga PMA atau Perusahaan Modal Asing.

OSS juga berintegrasi dengan Kementerian Hukum dan HAM sehingga data yang ada di institusi lain terhubung dan dapat diakses sehingga pengurusan perizinan lebih cepat.

 

Bagaimana Cara Mendapatkan NIB Perusahaan

Syarat Mendapatkan NIB Perusahaan

Sebelum membuat akun OSS, pelaku usaha bisa mempersiapkan dokumen berikut:

  1. Mempunyai NIK dan menginputnya dalam proses pembuatan user-ID. Khusus untuk badan usaha, NIK yang diperlukan yaitu NIK Penanggung Jawab Badan Usaha.
  2. Pelaku usaha badan usaha berbentuk CV, Firma, PT, koperasi, badan usaha yang didirikan oleh yayasan dan persekutuan perdata, terlebih dulu harus menyelesaikan proses pengesahan badan usaha di Kemenkumham via AHU Online, sebelum mengakses OSS.
  3. Pemilik usaha berbentuk perumda, perum, badan layanan umum, lembaga penyiaran atau badan hukum lainnya yang dimiliki negara harus mempersiapkan dasar hukum pembentukan badan usaha.

Tahapan

Jika tidak sempat membaca, silahkan tonton video di bawah ini untuk cara membuat NIB di OSS

Tahap 1. Membuat akun OSS

  • Pemohon mengunjungi website https://www.oss.go.id/oss/.
  • Klik tombol “Daftar” di kanan atas
  • Mengisi formulir yang ada di layar
    • Data yang harus diisi adalah
      • Jenis Identitas
      • Nomor Induk Kependudukan (NIK)
      • E-mail
      • Jenis Pelaku Usaha
      • Nama (sesuai KTP)
      • Tanggal lahir
      • Negara asal
      • No telepon
      • Website usaha
    • Masukkan Kode Captcha
    • Klik tombol “Daftar” di bawah
    • Cek Email
    • Buka Email registrasi dari OSS
    • Klik tombol “Aktivasi”
    • Akun di OSS sudah aktif

Catatan:

  1. Untuk usaha baru: melakukan proses untuk mendapatkan izin dasar, izin usaha dan / atau izin komersial ataupun operasional, berikut dengan komitmennya.
  2. Untuk usaha yang sudah berdiri: melanjutkan proses untuk mendapatkan izin berusaha baru yang belum dimiliki (izin usaha atau komersial), memperpanjang izin berusaha yang sudah ada, mengembangkan usaha, mengubah dan memperbarui informasi perusahaan.

Untuk Badan Usaha

Badan Usaha terlebih dulu mengurus pengesahan akta pendirian atau perubahan akta lewat AHU online

Badan Usaha kemudian melakukan registrasi di sistem OSS dengan memasukan No. Induk Kependudukan (NIK) Penanggung Jawab Badan Usaha atau Direktur Utama dan beberapa data yang lain pada Form Pendaftaran yang ada. 

Jika pengurusan dilakukan oleh pihak lain seperti Konsultan Hukum dan Notaris, maka data yang diisi adalah data penanggung jawab badan usaha atau Perusahaan. 

Khusus untuk perusahaan atau badan usaha dianjurkan menggunakan email perusahaan untuk aktivasi akun.

Tahap 2: Masuk ke akun OSS dan lengkapi data

  • Cek Email
  • Buka Email verifikasi dari OSS
  • Lihat password yang dikirimkan
  • Salin / copy password tersebut
  • Pemohon mengunjungi web https://www.oss.go.id/oss/
  • Klik tombol“ Login”
  • Masukkan alamat E- mail pemohon pada isian“ Username”
  • Temple / paste password pada isian“ Password”
  • Masukkan Kode Captcha
  • Klik tombol“ Login”
  • Klik“ Perizinan Mikro” pada menu di sisi kiri
  • Klik tombol“ Lanjutkan”
  • Klik tombol“ Pengajuan Baru”
  • Mengisi dan melengkapi data
    • Informasi yang wajib diisi:
      • Nomor. Telepon
      • No Pokok Wajib Pajak (NPWP)
      • Pendidikan Terakhir
      • Modal / Kekayaan Bersih
  • Klik tombol“ Simpan dan Lanjutkan”
  • Klik tombol“ Tambah Data”
  • Mengisi serta melengkapi data mengenai usaha pemohon
    • Data yang harus diisi:
      • Nama usaha
      • Sektor usaha
      • Bidang / Kegiatan usaha
      • Sarana usaha yang digunakan
      • Alamat usaha (Provinsi, Kabupaten / Kota, Kecamatan, Kelurahan / Desa)
      • Status tempat usaha
      • Jumlah tenaga kerja
      • Perkiraan hasil penjualan per tahun
  • Klik tombol“ Simpan Data Usaha”

Tahap 3: Mengunduh NIB

  • Klik data usaha yang sudah dilengkapi
  • Klik tombol“ Simpan dan Lanjutkan”
  • Klik data usaha
  • Klik tombol“ Proses NIB”
  • Klik tombol“ Lanjutkan”
  • Klik tombol“ NIB” untuk menerbitkan NIB. Dapat diunduh dan disimpan
  • Cek NIB

 

Catatan:

  • Mengisi data bidang usaha yang sesuai dengan 5 digit KBLI, selain informasi yang sudah tersedia di AHU. Pelaku usaha juga wajib memasukan data penjelasan bidang usaha.
    • Dalam hal KBLI yang dipilih termasuk dalam daftar bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan tertentu dalam ketentuan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang tercantum dalam Peraturan Presiden no 44 tahun 2016 Lampiran III, maka pelaku usaha harus menyetujui statement kesediaan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam lampiran III Peraturan Presiden no 44 tahun 2016, agar bisa melanjutkan proses registrasi dalam sistem OSS.
  • Pelaku usaha bisa mendapatkan dokumen registrasi lainnya bersamaan dengan penerbitan NIB (bila diperlukan)
    • Dokumen registrasi lainnya. Khusus untuk BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, nomor kepesertaan yang diperoleh hanya akan diaktifkan menjadi Sertifikat Kepesertaan BPJS, setelah dilakukan pembayaran premi bulan pertama berdasarkan pemberitahuan virtual account dari BPJS kepada pelaku usaha.
    • Kesalahan pengisian data. Pemilik usaha bisa mengganti data lewat menu perubahan data di portal OSS, sepanjang data tsb. bukan data yang tercantum dalam anggaran dasar perusahaan. Pergantian data ini bisa dilakukan setelah langkah-langkah pengisian form pendaftaran pada OSS selesai.

 

Apakah NIB Pengganti SIUP?

Sederhananya, NIB merupakan pengganti surat izin terdahulu yang diharuskan pemerintah untuk dimiliki oleh para pengusaha. 

Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2018 Pasal 25 ayat 1 yang membahas tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik ataupun Online Single Submission (OSS) mengatakan bahwa NIB ialah identitas berusaha dan digunakan oleh para pelaku usaha untuk mendapatkan izin usaha dan izin komersial maupun operasional.

Adanya NIB perusahaan ini pasti akan semakin mempermudah para pengusaha dalam mendapatkan perizinan usaha. 

Alasannya, pengusaha saat ini tidak perlu lagi repot mengurus seluruh surat izin usaha, semacam SIUP, IUI, TDP, dan masih banyak lagi. Belum lagi dengan prosedurnya yang terbilang memakan waktu.

Tidak hanya menggantikan seluruh perizinan usaha sebelumnya, eksistensi dan kepemilikan NIB perusahaan ini juga berperan sebagai Angka Pengenal Importir (API) serta  mempermudah akses kepabeanan.

 

Referensi: ukmindonesia, bulelengkab.go.id

Baca juga:

  1. 4 Cara Sederhana Membangun Personal Brand yang Powerful dengan Instagram
  2. Bagaimana Cara Memulai Bisnis untuk Pemula
  3. Bagaimana Melakukan Product Research yang Laris Dipasaran?
  4. 10 Cara Membuat Strategi Marketing Bisnis
  5. Cara Analisis Bisnis dan Analisis Bisnis Kompetitor
  6. 7 Contoh Ide Bisnis yang Untung sesuai Niche Market dan Cara Menemukannya
  7. 6 Cara Menentukan Segment Market yang Tepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *