Pajak Langsung dan Tidak Langsung, Apa Pengertian dan Perbedaannya?

Pajak Langsung dan Tidak Langsung

Pajak Langsung dan Tidak Langsung – Banyak orang yang masih sangat awam dengan istilah-istilah yang ada di dunia perpajakan karena memang tak semua orang terkena wajib pajak.

Namun, Anda juga harus mengetahui beberapa istilah penting pada pajak sebagai warga negara yang baik.

Dengan demikian, jika suatu hari nanti Anda berurusan dengan pajak, Anda sudah tidak bingung lagi.

Di antara banyaknya istilah pajak, orang sering menanyakan apa perbedaan pajak langsung dan pajak tidak langsung. Berikut ini ulasannya.

Banner KaryaOne - Software Payroll dan Penghitung PPh 21 Otomatis

Istilah-istilah dasar pada pajak

Supaya Anda lebih mudah memahami istilah pajak langsung dan pajak tidak langsung, Anda perlu mengetahui beberapa istilah dasar pada pajak.

Pajak langsung dan pajak tidak langsung sebenarnya merupakan sebuah pengelompokan pajak sesuai dengan golongan.

Dalam pajak, ada tiga jenis pengelompokan pajak, yakni pajak berdasarkan pada golongan, lembaga pemungutannya, dan sifatnya.

Bila didasarkan pada golongan, pajak dibedakan menjadi pajak langsung dan pajak tidak langsung.

Sementara itu, jika didasarkan pada lembaga yang memungutnya, maka dibagi sesuai dengan lokasinya, yakni pajak pusat atau pajak daerah.

Kemudian, jika dikelompokkan berdasarkan sifatnya, ada pajak objektif dan pajak subjektif.

Pajak dibayarkan oleh wajib pajak. Wajib pajak adalah perseorangan pribadi atau lembaga yang secara pendapatan atau kepemilikan barang masuk ke dalam wajib pajak.

Kriteria wajib pajak dijabarkan dengan sangat rinci di peraturan perundang-undangan tentang perpajakan.

Jika seseorang atau lembaga sudah masuk dalam kriteria yang tercantum di undang-undang, maka diwajibkan membayar pajak.

Pasalnya, pajak merupakan kontribusi wajib dari seorang warga negara kepada negara. Hal tersebut sudah tercantum pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 pada pasal pertama.

Pajak langsung

Pajak langsung merupakan beban pajak yang harus ditanggung sepenuhnya secara pribadi oleh wajib pajak. Jadi, pembayaran pajak langsung tidak bisa dialihkan ke orang lain.

Agar Anda dapat memahami hal tersebut dengan lebih mudah, berikut contoh pajak yang termasuk ke dalam pajak langsung:

Pajak penghasilan (PPh)

Pajak penghasilan merupakan pajak yang diterapkan kepada wajib pajak karena pendapatan atau penghasilan yang mereka terima dalam periode waktu satu tahun.

Artinya, wajib pajak harus menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk dikontribusikan ke negara.

Pajak Kendaraan Bermotor

Pajak Kendaraan Bermotor dikenakan pada wajib pajak karena memiliki kendaraan bermotor berupa roda dua atau selebihnya. Pajak kendaraan bermotor juga dibayarkan setiap satu tahun sekali oleh pemilik kendaraan.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Bumi dan Bangunan adalah pajak yang dikenakan pada wajib karena memiliki sejumlah bidang tanah atau bangunan.

Maka dari itu, besar atau kecilnya nilai pajak bergantung pada seberapa luas tanah dan nilai bangunannya.

Semakin luas wajib pajak memiliki tanah berarti semakin besar juga ia akan membayarkan pajaknya.

Pajak tidak langsung

Pastinya, pajak tidak langsung merupakan kebalikan dari pajak langsung. Pajak tidak langsung dapat dialihkan ke pihak lain.

Pajak tidak langsung lebih terkait dengan jual beli di mana pajak dibayarkan oleh konsumen (pembeli). Berikut ini adalah contoh pajak yang termasuk ke dalam pajak tidak langsung:

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pajak jenis ini mungkin menjadi jenis pajak yang paling sering Anda jumpai. Ketika Anda melakukan belanja atau memanfaatkan layanan pada penyedia jasa tertentu pasti ada Pajak Pertambahan Nilai.

Pajak ini dikenakan karena adanya proses pengolahan suatu barang menjadi barang yang lebih bernilai.

Namun, PPN tidak dibayarkan langsung oleh produsen melainkan dibebankan kepada konsumen.

Pajak Bea Masuk dan Pajak Ekspor

Ternyata, tak hanya proses produksi saja yang dikenakan pajak. Proses distribusi barang juga dikenakan pajak.

Jika suatu barang akan masuk atau keluar dari suatu negara, maka barang tersebut akan dikenakan Pajak Bea Masuk dan Pajak Ekspor. Pembayaran pajak ini juga dibebankan langsung kepada konsumen.

Dengan mengetahui beberapa istilah pajak, terutama perbedaan pajak langsung dan pajak tidak langsung, akan sangat membantu Anda saat berurusan dengan dunia perpajakan.

Selain itu, Anda akan menjadi lebih sadar tentang hak dan kewajiban membayar pajak.

__________
KaryaONE adalah HR dan Software Payroll Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

Banner KaryaOne - Solusi HR, Payroll dan Talent management Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *