Hanya Butuh Beberapa Menit Saja untuk Bayar Pajak Online

pajak online

Perubahan yang terjadi di era digital harus direspon secara cepat oleh pemerintah. Dan ini benar-benar terjadi. Adanya layanan pajak online membuktikan bahwa pemerintah memberikan respon yang tepat dalam perubahan dunia digital saat ini.

Seringkali pemerintah dianggap kurang tanggap terhadap perubahan yang ada. Mereka dinilai serba ketinggalan, terutama dalam hal teknologi.

Ketika sektor swasta sudah maju dengan teknologi modernya, sektor pemerintahan sama sekali belum menyentuh hal tersebut. Akibatnya, masyarakat sering memberikan penilaian yang kurang bagus terhadap layanan pemerintah.

Namun, hal ini tidak berlaku pada layanan perpajakan. Pasalnya, ketika behavior masyarakat berubah akibat digitalisasi, DJP atau Direktorat Jenderal Pajak langsung membuat sistem pembayaran pajak secara online.

Banner KaryaOne - Payroll Software Indonesia

Mengapa Ada Layanan Pajak Online ?

Setidaknya ada dua alasan mengapa layanan pembayaran pajak secara online ini dilakukan. Yang pertama, sebagai respon terhadap perkembangan teknologi.

Sekarang ini, hampir semua transaksi dilakukan secara online. Masyarakat tidak lagi khawatir ketika mereka harus melakukan transaksi secara online.

Sektor swasta sudah melakukan hal ini sejak dulu. Contohnya saja semakin banyak ecommerce atau toko online. Awalnya, muncul keraguan.

Hanya orang-orang yang berada di daerah perkotaan besar saja yang berani melakukan jual beli di ecommerce. Akan tetapi, lambat laun, semua kalangan berani untuk bertrasaksi di ecommerce.

Melihat fenomena seperti ini, DJP tidak mau ketinggalan. Mereka juga membuat layanan pembayaran pajak online.

Karena masyarakat sudah tidak lagi menganggap traksaksi online sebagai hal yang aneh, pemerintah yakin layanan ini akan mudah diterima oleh masyarakat.

Akan tetapi, alasan yang kedua ini yang paling kuat mengapa layanan pajak daring diberikan.

Yaitu untuk menaikkan tax compliance atau tingkat kepatuhan membayar pajak. Sebenarnya, salah satu masalah terbesar pemerintah adalah tingkat kepatuhan untuk membayar pajak begitu rendah.

Padahal, tanpa pajak, program pembangunan dan pelayanan pemerintah bisa terganggu.

Dan ini terbukti. Setelah adanya layanan pajak online, tax compliance meningkat. Dan ini juga selaras dengan tax ratio atau rasio penerimaan pajak.

Pada tahun 2018, tax ratio Indonesia mencapai 10,3 persen. Ini peningkatan yang patut untuk diapresiasi.

Hanya saja, masih ada satu catatan. Untuk negara sebesar Indonesia, tax ratio sebesar 10,3 persen masih kurang. Karena menurut Bank Dunia, negara-negara berkembang memiliki tax ratio sebesar 15 persen.

Terlepas dari hal tersebut, adanya pajak online memberikan angin segar kepada pemerintah. Pasalnya, lebih banyak masyarakat yang mau melaporkan laporan pajak mereka.

Mereka tidak lagi perlu antri berjam-jam di kantor pajak. Mereka bisa menggunakan device yang terhubung dengan internet, seperti komputer, laptop, atau handphone untuk melakukan pelaporan pajak.

Cara Registrasi Menjadi Peserta Wajib Pajak

Masih banyak orang yang salah sangka mengenai pajak. Banyak yang mengira pajak itu hanya wajib dilaporkan oleh para pengusaha atau orang-orang yang punya penghasilan tinggi.

Sementara itu, masyarakat kecil seperti petani atau pedagang kelontong tidak perlu melaporkan pajak. Itu salah besar. Pada dasarnya, semua warga Indonesia memiliki kewajiban untuk melaporkan keuangan mereka.

Kemudian, ada ketentuan di mana mereka (yang kemudian disebut dengan wajib pajak atau WP) harus membayar pajak.  Misalnya saja ketika penghasilan tahunan mencapai angka tertentu.

Untuk itu, setiap warga negara Indonesia merupakan wajib pajak atau WP.  Mereka harus menjadi peserta WP. Lalu, bagaimana cara registrasi menjadi WP?

Membuat NPWP

NPWP singkatan dari Nomor Peserta Wajib Pajak. Ini merupakan nomor yang digunakan untuk melaporkan pajak. Anda bisa membuat NPWP di kantor pajak setempat.

Ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi, seperti fotokopi KTP dan mengisi formulir pengajuan NPWP. Anda serahkan syarat tersebut kepada petugas pajak. Dan NPWP Anda akan segera dicetak.

Daftar EFIN

Langkah selanjutnya adalah daftar EFIN. Apa itu EFIN? Ini singkatan dari electronic filing identification number. EFIN berupa nomor identitas yang Anda akan gunakan ketika akan melakukan pelaporan atau pembayaran pajak online.

Untuk mendapatkan EFIN, Anda bisa meminta ke petugas pajak di kota Anda. Isi formulir permintaan EFIN. Dan Anda akan langsung mendapatkan EFIN saat itu juga.

Daftar Secara Online

djp online pajak

Setelah NPWP dan EFIN sudah ada di tangan, Anda tinggal melakukan registrasi secara online. Kunjungi situs DJP di www.djponline.pajak.co.id. Klik bagian registrasi. Di sana, Anda bisa melakukan registrasi dengan cara memasukkan nomor NPWP dan EFIN. Mudah, bukan?

Apa Saja yang Harus Anda Laporkan?

Pada dasarnya, negara hanya ingin setiap WP melakukan kewajiban mereka berupa melakukan pelaporan perpajakan. Saat melakukan pelaporan, tidak semua WP terkena pajak.

Karena ada ketentuan yang berlaku. Ada yang disebut dengan PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Jadi, jika penghasilan Anda termasuk ke dalam PTKP, maka Anda tidak akan diharuskan membayar pajak, melainkan hanya melakukan pelaporan pajak online.

Lalu, berapa PTKP tersebut? Jika jumlah pendapatan seseorang yang belum menikah selama selama satu tahun sebesar Rp 54.000.000, maka ia tidak terkena pajak.

Jika Anda bingung menghitung pajak, Anda dapat menggunakan kalkulator pajak yang tersedia online.

Untuk ketentuan PTKP lebih detailnya, Anda bisa kunjungi situs DJP resmi. Karena PTKP ini juga bisa diubah oleh pemerintah tergantung beberapa faktor seperti inflasi dan kebijakan pemerintah.

Jadi, pada intinya Anda hanya berkewajiban untuk melakukan pelaporan pajak secara online. Maka akan dihitung apakah ada pajak yang harus Anda bayarkan kepada negara atau tidak.

Lalu, apa saja yang harus Anda laporkan? Ada 3 jenis formulir yang harus Anda ketahui.

Formulir 1770 SS

Jika Anda seorang karyawan, maka Anda akan mendapatkan gaji setiap bulanannya. Pihak perusahaan pasti sudah melakukan pemotongan untuk dibayarkan kepada pihak pemerintah.

Anda hanya perlu melaporkan bukti potongan yang dilakukan oleh perusahaan saat Anda melaporkan pajak online. Formulir ini harus Anda isi ketika penghasilan bruto kurang dari 60 juta rupiah.

Formulir 1770 S

Jika penghasilan Anda lebih dari 60 juta rupiah per tahun, maka Anda harus mengisi formulir 1770 S ini. Selain itu, formulir ini juga harus diisi ketika Anda mendapatkan penghasilan di luar obyek pajak.

Misalnya saja ketika orang tua Anda meninggal dan Anda mendapatkan warisan. Maka Anda harus melaporkan dana warisan tersebut dengan cara mengisi formulir 1770 S ini.

Formulir 1770

formulir 1770

Formulir ini harus diisi oleh WP pribadi yang memiliki penghasilan dari usaha sendiri. Seorang dokter, notaris, dan freelancer harus melaporkan pajak secara online dengan mengisi formulir yang satu ini.

Nah, kira-kira mana formulir yang harus Anda isi ketika Anda lapor pajak online setiap tahun? Yang pasti, jangan sampai Anda tidak melakukan pelaporan pajak.

Karena informasi keuangan dari semua warga negara Indonesia sangat dibutuhkan oleh pemerintah. Informasi tersebut akan digunakan untuk membuat kebijakan.

Sehingga kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah bisa benar-benar tepat karena berdasarkan data yang valid.

__________
KaryaONE adalah HR dan Software Payroll Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

Banner KaryaOne - Solusi HR, Payroll dan Talent management Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *