7 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Back to Blog

Dalam perjalanan mengejar target, banyak faktor yang harus diperhatikan. Salah satu yang terpenting yakni kinerja karyawan atau personil. Tak jarang karyawan dituntut untuk produktif dengan kinerja terbaiknya demi menggapai goal perusahaan, akan tetapi perusahaan kurang memperhatikan hal-hal apa saja yang justru mempengaruhi kinerja karyawannya.

Satu hal yang pasti, perusahaan tentu ingin menggapai goal-nya dengan kinerja karyawan-karyawannya yang optimal pula. Simak dulu beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan berikut ini.

banner_karyaone

Sarana dan Prasarana di Tempat Kerja

Agar karyawan melakukan tugasnya dengan optimal, tentu yang harus diperhatikan adalah sarana dan prasarana di tempat kerja. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai tentu sangat menunjang kinerja karyawan di sana.

Ada baiknya pula untuk selalu memperhatikan kondisi sarana dan prasarana tempat kerja, apakah masih berfungsi optimal, perlu perbaikan, atau perlu diganti.

Beberapa contoh sarana dan prasarana umum di berbagai tempat kerja mencakup meja kerja, alat tulis, ruangan yang cukup luas, penerangan yang cukup, pengatur suhu ruangan (AC atau sejenisnya), printer, lahan parkir, ruang istirahat, toilet, tempat ibadah, dan masih banyak lagi.

Ketika sarana dan prasarana di tempat kerja tidak memadai, kemungkinan karyawan perlu mencari sarana-prasarana di luar tempat kerja demi menyelesaikan tugasnya.

Merepotkan, bukan? Disarankan pula, bagi perusahaan yang masih dalam tahap awal (startup), untuk menjelaskan keadaan sarana dan prasarana tempat kerja kepada karyawan-karyawan yang direkrut agar dapat mempersiapkan diri mereka.

Lingkungan Kerja serta Kulturnya

Heran mengapa dengan banyak karyawan yang akhirnya mengundurkan diri padahal sarana dan prasarana tempat kerja sudah memadai? Besar kemungkinannya adalah lingkungan kerja dan kultur lingkungan kerja yang tidak cocok dengan karyawan.

Perbedaan sudut pandang, hubungan antar personal, persaingan antar personal, hingga kecocokan karyawan dengan timnya menjadi unsur-unsur utama bagaimana lingkungan kerja serta kulturnya terbentuk.

Dengan selalu menciptakan iklim lingkungan kerja yang supportive, ramah, dan tentunya professional, akan membuat karyawan nyaman, bersemangat, serta lebih optimal kinerjanya.

Job Description dan Tanggung Jawab

Pembagian tugas umum dan khusus tiap karyawan, peran, serta tanggung jawab karyawan harus jelas dan transparan. Pembagian ini mempermudah karyawan untuk menentukan skala prioritas kerja mereka masing-masing serta timnya.

Pemberian tugas kepada karyawan atau tim di luar job description dan tanggung jawab mereka akan mempengaruhi produktivitas mereka, atau malah membuat kinerja mereka semakin buruk.

Sangat direkomendasikan pula untuk menjaga transparansi tugas dan tanggung jawab antar personil. Hal ini akan mempermudah ketika akan membagi beban kerja antar personil.

Visi dan Misi

Cita-cita suatu perusahaan dan tahapan-tahapan apa saja yang dibutuhkan untuk menggapai cita-cita tersebut, biasanya disebut sebagai visi dan misi, yang idealnya harus selalu relevan dan konkrit dalam tiap langkah dan keputusan perusahaan. Dengan visi dan misi yang jelas dan selalu diterapkan dalam berbagai kegiatan perusahaan, maka akan memperjelas karakteristik perusahaan dan kinerja karyawannya.

Tak jarang alasan karyawan bergabung dengan suatu perusahaan adalah karena mereka tertarik atau sejalan dengan visi serta misi perusahaan. Kinerja karyawan yang dibarengi dengan kebanggaan adalah hal baik, bukan?

Cara Komunikasi dan Kerja Pimpinan

Salah satu majalah bisnis terkemuka dunia, Entrepreneur, mengatakan bahwa karyawan mengharapkan atasan yang suportif dengan karakter yang pengertian, fleksibel, serta dapat dipercaya.

Pimpinan dengan kriteria tersebut nyatanya memang sangat baik agar dapat mem-boost up kinerja karyawan.

Beberapa contoh tindakan yang merefleksikan kriteria pimpinan yang baik seperti di atas adalah komunikatif dengan keluh kesah, kritik dan saran dari karyawan, tidak asal membagi beban kerja yang tak sesuai dengan tugas karyawan, memotivasi personil lainnya, atau bahkan ikut lembur bersama dengan karyawan lainnya dalam suasana yang ramah dan kekeluargaan.

Kesehatan dan Self Development Personil

Personil yang tidak sehat tentu tidak akan bekerja dengan maksimal, benar? Memberikan fasilitas atau dukungan kesehatan kepada karyawan menjadi hal yang esensial bagi perusahaan, contohnya asuransi kesehatan atau cuti sakit.

Selain kesehatan fisik, kesehatan psikis juga perlu di-maintain. Jangan lupa untuk menyediakan sesi pelatihan dan self development pada karyawan.

Selain berbagai poin di atas, wujudkan pula apresiasi atas kinerja karyawan yang baik, seperti tepat waktu dalam kehadiran dan deadline serta lembur, dalam bentuk yang konkrit seperti penghargaan, insentif, atau bonus lainnya.

Apresiasi ini akan memotivasi karyawan untuk berkinerja lebih baik. Pertimbangkan pula punishment terhadap kinerja karyawan yang kurang baik. Atau antisipasi hal-hal yang mengganggu kinerja karyawan, seperti melarang penggunaan social media tertentu atau semacamnya.

Sumber:
Bizfluent: Factors That Influence Employee Performance

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog