Pengertian Cash Flow (Arus Kas) dalam Perusahaan Lengkap

Back to Blog
pengertian cash flow

Bagi Anda yang memiliki bisnis sendiri, atau bekerja pada bagian divisi keuangan pasti sudah tidak asing lagi dengan kata cash flow atau arus kas.

Pasalnya, proses berjalan dan berkembangnya perusahaan tidak hanya bergantung pada produktivitas karyawan saja, melainkan keadaan cash flow yang lancar.

Namun, sudah mengertikah Anda apa itu cash flow? Berikut ulasan mengenai pengertian cash flow yang perlu diketahui.

banner payroll karyaonePengertian Cash Flow dalam Perusahaan

Cash flow adalah arus atau pergerakan uang masuk dan keluar dalam sebuah perusahaan setiap bulannya. Walaupun sepertinya pergerakan ini terjadi hanya satu arah, namun sebenarnya cash flow terjadi dua arah, yakni:

  • Uang masuk dari pelanggan atau klien yang membeli produk ataupun menggunakan jasa Anda. Jika pelanggan tidak membayar pada saat pembelian, sebagian cash flow Anda berasal dari simpanan piutang usaha.
  • Uang keluar dari perusahaan dalam bentuk pembayaran seperti uang sewa atau hipotek, pembayaran pinjaman bulanan, pembayaran pajak atau hutang dan lainnya.

Anggap cash flow sebagai gambaran mengenai keadaan rekening bisnis Anda. Jika lebih banyak uang masuk daripada keluar, maka artinya Anda memiliki arus kas yang positif.

Sementara itu, jika lebih banyak uang yang keluar dari perusahaan daripada uang yang masuk, maka Anda sedang berada dalam kondisi yang perlu dikhawatirkan. Jika hal ini terjadi, maka Anda perlu mencari uang tambahan untuk menutupi pengeluaran Anda.

Mengapa Cash Flow Penting?

Kekurangan uang dalam sebuah bisnis adalah penyebab utama banyaknya bisnis kecil gulung tikar. The Small Business Administration mengatakan bahwa cadangan uang kas yang tidak memadai merupakan alasan utama mengapa banyak perusahaan startup tidak berhasil.

Cash Flow Saat Memulai Bisnis

Berhadapan dengan cash flow adalah hal tersulit yang harus dilakukan ketika Anda baru saja mulai menjalankan bisnis.

Ada banyak kebutuhan dan pengeluaran yang harus dibayar dan uang dengan cepat akan habis. Sementara itu Anda masih belum memiliki pelanggan dan uang yang masuk ke dalam kas.

Keadaan ini tentu saja menuntut Anda untuk mencari sumber dana lainnya, misalnya saja pinjaman atau kredit untuk menyeimbangkan cash flow Anda sementara waktu.

Cash Flow Pada Bisnis Musiman

Perlu diingat bahwa cash flow merupakan faktor yang sangat penting bagi bisnis musiman, yakni bisnis yang mengalami fluktuasi besar pada waktu-waktu tertentu seperti masa liburan.

Tidak mudah memang untuk mengelola arus kas untuk tipe bisnis seperti ini, oleh karenanya dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan mengatur keuangan yang baik.

Cara Menganalisa Cash Flow

Laporan keuangan mengenai arus kas menunjukkan perubahan pada jumlah yang tunai dari berbagai aktivitas bisnis serta kenaikan atau penurunan rekening di neraca bisnis. Misalnya:

  • Apa yang terjadi dengan kondisi kas jika pelanggan membayar tagihan?
  • Bagaimana kondisi kas jika perusahaan membeli barang-barang persediaan?
  • Seperti apa kondisi kas jika Anda membeli komputer?
  • Apa yang terjadi dengan kondisi kas jika Anda membayar gaji karyawan? Dan sebagainya

Agar tetap terlacak dengan baik, periksa cash flow Anda setiap minggu atau bahkan setiap harinya.

Seorang ahli yang berasal dari Small Business Information di Kanada menyarankan agar melakukan analisis cash flow secara sederhana untuk membandingkan total pembelian yang belum dibayar dengan total penjualan yang jatuh tempo setiap akhir bulan.

Jika jumlah pembelian yang belum dibayar melebihi jumlah penjualan, Anda harus mengeluarkan lebih banyak uang daripada yang Anda terima di bulan berikutnya, yang mengindikasikan adanya masalah arus kas.

Semakin banyak perusahaan yang mencantumkan laporan arus kas dalam laporan keuangan tahunan, membuat pemakaian informasi laporan arus kas sebagai alat analisis kinerja perusahaan Semakin meningkat.

Salah satu analisis kinerja keuangan dengan menerapkan laporan arus kas yaitu analisis rasio laporan arus kas. Analisis laporan arus kas menggunakan komponen dalam laporan arus kas, neraca dan laporan laba rugi sebagai alat analisis rasio, Berikut beberapa analisa cash flow berdasarkan rasio :

Rasio Arus Kas Operasi (AKO)

Rasio arus kas operasi atau Rasio AKO ini untuk menghitung kemampuan “arus kas operasi” dalam membayar kewajiban lancar. Rasio ini didapat dengan membagi arus kas operasi dengan kewajiban lancar.

Rasio arus kas operasi berada di bawah satu yang berarti terdapat kemungkinan perusahaan tidak sanggup membayar kewajiban lancar, tanpa memakai arus kas dari aktivitas lain.

Rasio Cakupan Arus Dana (CAD)

Rasio ini dipakai untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menciptakan kas guna membayar janji-janjinya (bunga, pajak, dan dividen preferen). Rasio ini didapatkan dengan laba sebelum pajak dan bunga (EBIT) dibagi bunga , penyesuaian pajak dan dividen preferen.

Rasio yang besar menunjukan bahwa kemampuan yang lebih baik dari laba sebelum pajak dalam menutup komitmen – komitmen yang jatuh tempo dalam satu tahun.

Rasio Cakupan Arus Kas Terhadap Bunga (CKB)

Rasio ini dipakai untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atas hutang yang sudah ada. Rasio ini didapat dengan arus kas dari operasi tambah pembayaran bunga dan pembayaran pajak dibagi pembayaran bunga.

Dengan rasio yang besar menunjukan bahwa arus kas operasi memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menutup biaya bunga sehingga kemungkinan perusahaan tidak sanggup membayar bunga yang sangat kecil.

Rasio Cakupan Kas terhadap Hutang Lancar (CKHL)

Rasio ini menilai kemampuan perusahaan dalam membayar hutang lancar berdasarkan arus kas operasi bersih. Rasio ini didapat dengan arus kas operasi ditambah dividen kas dibagi dengan hutang lancar.

Rasio yang rendah menunjukan kemampuan yang rendah dari arus kas operasi dalam menutup hutang lancar.

Rasio Pengeluaran Modal (PM)

Rasio ini diterapkan untuk mengukur modal tersedia untuk investasi dan pembayaran hutang yang ada. Rasio ini didapatkan dengan arus kas dari operasi dibagi dengan pengeluaran modal.

Rasio yang tinggi menunjukan kemampuan yang tinggi dari arus kas dalam membiayai pengeluaran modal.

Rasio Total Hutang (TH)

Rasio ini menunjukan rentang waktu pembayaran hutang oleh perusahaan dengan asumsi seluruh arus kas operasi dipakai untuk membayar hutang. Rasio ini didapat dari arus kas operasi dibagi dengan total hutang. Dengan mengetahui rasio ini, kita dapat menganalisa dalam jangka waktu berapa lama perusahaan akan sanggup membayar hutang dengan menggunakan arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasional perusahaan.

Rasio yang cukup rendah menunjukan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang kurang baik dalam membayar seluruh kewajibannya dari arus kas yang berasal dari aktivitas normal operasi perusahaan.

Rasio Kecukupan Arus Kas (KAK)

Rasio Kecukupan Arus Kas (Cash Flow) adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menyediakan kas untuk memenuhi kewajibannya dalam rentang 5 tahun mendatang. Rasio ini didapat dengan (laba sebelum pajak dan bunga minus pembayaran pajak minus pembayaran bunga – pengeluaran modal) dibagi (rata-rata hutang yang jatuh tempo tiap tahun selama lima tahun ).

Rasio yang rendah menunjukan bahwa kemampuan perusahaan yang rendah dalam menyediakan kas untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka 5 tahun mendatang.

Sumber:
The Balance: Cash Flow – How It Works to Keep Your Business Afloat

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

banner_karyaone

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog