5 Langkah Menyusun Strategi Perencanaan SDM

Perencanaan SDM merupakan istilah yang digunakan untuk mengenali serta menggali potensi SDM di sebuah perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan.

Mengapa perlu ada perencanaan SDM? Pada dasarnya, SDM merupakan aset paling berharga bagi sebuah perusahaan.

Agar aset tersebut benar-benar bekerja secara optimal, maka dibutuhkanlah perencanaan SDM ini. Lalu, bagaimana langkah menyusun strategi perencanaan SDM?

Aplikasi HR Berbasis Cloud KaryaOne

Menganalisis Tujuan Perusahaan

Sebelum mengenali potensi SDM, penting bagi Anda untuk menganalisa tujuan perusahaan terlebih dahulu.

Dengan menganalisis tujuan perusahaan, Anda bisa dengan mudah mengenali SDM seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh perusahaan.

Coba lakukan analisis pada tujuan perusahaan secara mendetail. Pastikan Anda benar-benar memahami setiap tujuan perusahaan, entah itu dari segi produksi, keuangan, pemasaran, hingga kemungkinan ekspansi.

Semakin detail tujuan perusahaan maka semakin mudah bagi Anda untuk mengenali dan menggali potensi SDM perusahaan nantinya.

Mengenali SDM yang Sudah Ada

Langkah Perencanaan SDM yang kedua adalah mengenali SDM yang sudah ada di perusahaan. Tujuannya tak lain adalah agar setiap SDM dalam perusahaan dapat berfungsi secara optimal.

Sebagai langkah awal, Anda bisa melakukan pemetaan sederhana seperti berapa jumlah total karyawan yang aktif, usia karyawan aktif, hingga berapa banyak karyawan yang mendekati masa pensiun.

Setelah itu Anda bisa mulai memetakan potensi SDM perusahaan. Misalnya, jumlah karyawan yang sudah mencapai target, jumlah karyawan yang mengikuti training, hingga jumlah karyawan yang dirasa perlu meningkatkan kinerja.

Dari situ, Anda bisa mengetahui bagaimana perencanaan SDM yang paling tepat untuk perusahaan.

Prediksi Supply and Demand

Agar perencanaan SDM bisa tepat sasaran, maka Anda juga harus memahami dinamika SDM itu sendiri.

Anda harus tahu SDM seperti apa yang dibutuhkan perusahaan saat ini dan nanti, serta bagaimana caranya untuk mendapatkan SDM yang sesuai dengan kriteria tersebut. Membuat prediksi semacam ini memang bukanlah hal yang mudah.

Tidak ada rumus yang pasti untuk itu. Namun, Anda bisa menggunakan beberapa pertimbangan seperti perkembangan teknologi dan situasi sosial politik (eksternal), anggaran perusahaan dan prediksi penjualan perusahaan (internal), hingga masalah workforce seperti pensiun dan pengunduran diri.

Merumuskan Strategi

Setelah melewati poin-poin sebelumnya, Anda seharusnya sudah bisa memastikan apakah perusahaan sedang surplus atau justru defisit SDM.

Jika dari analisis serta data yang Anda dapatkan ternyata SDM perusahaan surplus maka apa strategi yang harus dilakukan? Apakah harus melakukan redeployment atau justru mengembangkan divisi baru?

Namun jika ternyata perusahaan justru defisit SDM, Anda juga harus merumuskan strategi. Mana yang lebih efisien bagi perusahaan, melakukan rekrutmen baru atau mengadakan training khusus bagi karyawan.

Melakukan Monitoring Rutin

Sebuah rencana bisa diketahui berhasil atau tidak dari monitoring. Begitu pula dengan perencanaan SDM. Setelah Anda memutuskan strategi yang harus dijalankan, lakukanlah monitoring dan controlling secara rutin.

Anda bisa melakukan evaluasi secara berkala terhadap strategi yang telah diimplementasikan. Misalnya Anda memilih program training untuk menyelesaikan masalah defisit SDM, periksa apakah program tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Jika program tidak berjalan, cari tahu penyebabnya dan penyelesaiannya.

SDM adalah aset perusahaan yang paling berharga. Tanpa adanya karyawan yang bekerja dengan optimal maka perusahaan hanya akan jalan di tempat.

Dengan adanya perencanaan SDM yang matang, maka target perusahaan bisa lebih mudah dicapai. Kelima langkah menyusun strategi perencanaan SDM di atas dapat diimplementasikan pada perusahaan Anda agar kinerja karyawan semakin optimal dan target perusahaan pun terpenuhi.

____________

KaryaOne adalah aplikasi berbasis web untuk mengelola administrasi HRD seperti absensi, cuti, lembur, penggajian hingga menilai kinerja karyawan.

Coba Gratis KaryaOne Sekarang atau Hubungi Kami untuk konsultasi dan melihat fitur KaryaOne apa saja yang dapat membantu bisnis Anda.

Banner KaryaOne - Solusi Manajemen Absensi, Penggajian dan Manajemen Kinerja Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *