Contoh Surat Permohonan Cuti Perusahaan, Cuti Sakti, Cuti Melahirkan

permohonan-cuti

Permohonan cuti – Salah satu hak karyawan dalam perusahaan adalah hak karyawan. Cuti dapat diambil karena beberapa alasan seperti cuti karena sakit, cuti melahirkan atau cuti untuk liburan.

Bagi perusahaan tentu perlu memberikan fasilitas yang memudakan karyawan untuk mengajukan cuti. Salah satunya adalah dengan form pengajuan cuti.  Di bawah ini kami memberikan beberapa contoh form permohonan cuti.

Untuk karyawan walaupun cuti adalah hak tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil cuti. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Anda memastikan kondisi kerja tetap baik saat Anda cuti maupun sesudah Anda cuti.

Contoh Form Pengajuan Cuti

Dalam prakteknya kadang surat permohonan cuti dalam bentuk kertas itu menyulitkan administrasi HRD. Dan memperlambat proses pemberian keputusan cuti.

Solusi untuk hal ini adalah Anda bisa menggunakan form pengajuan cuti dalam bentuk aplikasi. Karyawan dapat mengajukan permohonan cuti melalui smartphone.

Pemberian persetujuan pun juga diberikan melalui smartphone. Data cuti akan tersimpan otomatis pada database karyawan. Dengan begini admin HR tidak perlu meng-input form cuti satu per satu.

Surat Permohonan Cuti Perusahaan

surat permohonan cuti perusahaan

Kota, Hari Bulan Tahun

Kepada Yth.,

Bpk. Personalia
Hal : Surat Izin Cuti Kerja
Di Tempat

Dengan Hormat,

Saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : ………….
Alamat : Jl. ……………
No HP : ………………
Jabatan : ……………

Dengan surat ini saya bermaksud untuk mengajukan cuti kerja selama … hari kerja ke depan, Dikarenakan harus menghadiri pernikahan Saudara di Bulumerak.

Demikian surat cuti kerja ini saya buat dengan sebagaimana mestinya. Atas perhatiannya, Saya ucapkan terimakasih.

Hormat Saya,

 

(.…………)

 

Surat Permohonan Cuti Sakit

surat permohonan cuti sakit

……………, ………………..

 

 

Perihal  : Pemohonan cuti sakit

Lampiran : I lembar surat dari dokter

 

Kepada Yth,

Kepala HRD PT ………………..

Di tempat

 

Dengan hormat,

 

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama             : …………………………………………………..

NIK                 : …………………………………………………..

Jabatan          : …………………………………………………..

 

Bermaksud untuk mengajukan cuti selama … hari mulai dari tanggal …………………….. sampai dengan ………………….. Bersama surat ini, saya lampirkan surat keterangan dokter sebagai bahan pertimbangan.

 

Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan. Atas perhatian dan pengertiannya saya ucapkan terima kasih.

 

 

Hormat saya,

 

…………………………

 

Surat Permohonan Cuti Melahirkan

surat permohonan cuti melahirkan

Kota, Hari Bulan Tahun
Hal : Surat Permohonan Cuti Kerja
Lampiran : 1

Kepada Yth.
Bapak/Ibu Pimpinan
PT. MundurBareng
Di Tempat

Dengan hormat,

Yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : …………………………..
Tempat/ Tanggal Lahir : ………/…………………..
Jabatan : …………………………..

Dengan surat ini saya mengajukan cuti melahirkan, selama 3 Bulan, terhitung mulai dari tanggal …… sampai …… 20….

Demikian surat permohonan ini saya sampaikan, untuk menjadi pertimbangan bagi Bapak/Ibu pimpinan.

Atas perhatian Bapak/Ibu saya ucapkan terimakasih.

 

Hormat Saya

 

(Nama)

 

Surat Cuti Tanpa Gaji

form permohonan cuti tanpa gaji

Kota, Hari Bulan Tanggal

 

Kepada

Yth. HR Manager

(Nama Perusahaan).….. Cabang….

di tempat

Perihal : Permohonan Cuti Tanpa Gaji

 

Dengan segala hormat, saya :

Nama : ……………….

NIK : ……………….…

No. HP: ……………….

Alamat: ……………….……………….

 

ingin mengajukan cuti permohonan cuti tanpa gaji dari tanggal …. sampai dengan …..20… .

Alasan saya mengajukan cuti yaitu …………

 

Sehubungan dengan itu, saya berharap Bapak/Ibu dapat mempertimbangkan permohonan ini.  Atas pengertian dan perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

 

Hormat saya

 

……………………………………………
(Nama)

 

Tips Sebelum Mengajukan Cuti

1. Ikuti Aturan Perusahaan

Sebelum merencanakan liburan, sebaiknya pelajari dulu peraturan perusahaan terkait dengan aturan atau prosedur cuti. Tidak hanya melihat jatah cuti karyawan, namun perhatikan juga kapan dan bagaimana cara untuk mengambil jatah cuti tersebut.

Kemudian, jika kamu merupakan seorang karyawan baru, cari tahu apakah ada pilihan cuti berbayar yang bisa diambil dan siapa saja pihak yang terkait dalam hal tersebut.

Jangan lupa untuk bicarakan rencana Anda dengan rekan satu tim, karena mungkin saja sedang ada proyek yang tidak bisa kamu tinggalkan.

2. Periksa Pekerjaan dan Deadline

Langkah selanjutnya adalah lihat pekerjaan Anda. Seperti penjelasan sebelumnya, cari tahu apakah ada proyek, event atau deadline selama Anda ingin cuti. Jika ada, sebaiknya pastikan semua hal tersebut selesai terlebih dulu sebelum memulai cuti.

Selain itu, pikirkan juga beban kerja (workload) rekan kerja Anda, karena bisa jadi waktu cuti Anda berpengaruh pada pekerjaan mereka.

3. Sampaikan Informasi

Jika sudah menentukan kapan Anda akan cuti, maka sampaikan ke atasan Anda dari jauh hari. Walaupun misalnya Anda mengambil cuti berbayar, bukan berarti Anda bisa menggunakannya kapanpun Anda mau.

Daripada langsung memberitahukan rencana liburan Anda secara detail, lebih baik katakan bahwa Anda sedang membuat rencana tertentu pada waktu tertentu dan tanyakan apakah atasan Anda bisa menyetujuinya.

Bayangkan jika Anda menginfokan mengenai waktu dan hotel tempat Anda menginap, kemudian saat Anda berlibur tiba-tiba kantor menelepon hotel tersebut untuk mencari Anda terkait dengan pekerjaan. Pasti menjengkelkan bukan? Hari libur Anda menjadi terganggu.

4. Pilih Hari yang Tepat

Ketika ingin menemui atasan dan memberikan surat permohonan cuti, pastikan mereka sedang memiliki mood yang baik. Bayangkan jika Anda akan mengajukan permohonan cuti selama beberapa hari untuk liburan sedangkan atasan Anda sedang bad mood dan lelah karena banyaknya meeting yang harus dihadiri.

Oleh karenanya, Anda harus memperhatikan situasi terlebih dahulu sebelum bertemu secara empat mata, atau Anda bisa mengirimkan email dan menjelaskan permohonan cuti Anda.

5. Terima Keputusan Atasan

Tak jarang atasan menolak permohonan cuti karyawan karena beberapa alasan tertentu, seperti proyek yang sedang menumpuk atau kurangnya karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan deadline dan sebagainya.

Untuk berjaga-jaga, maka sebaiknya Anda mengajukan permohonan cuti jauh-jauh hari dan selesaikan semua pekerjaan Anda.

Sumber:
TheMuse: The Right Way to Ask Your Boss for Time Off

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

banner_karyaone

Comment (1)

  • Ronny Milton Reply

    Baik sekali

    Februari 15, 2021 at 2:45 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *