5 Cara Jitu Mengajukan Permohonan Cuti Kerja

permohonan-cuti

Banyaknya pekerjaan sering kali membuat karyawan merasa bosan dan penat di kantor. Agar bisa kembali bugar, ada banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya, berbelanja, jalan-jalan di mall, membaca buku dan tentu saja pergi liburan.

Dalam hal ini, jika Anda memutuskan untuk pergi berlibur, maka Anda terlebih dahulu wajib mengajukan permohonan cuti.

Sebagian perusahaan tak terlalu memiliki aturan ketat mengenai pengajuan cuti, namun sebagian lainnya cenderung mempersulit permohonan cuti karyawan. Lalu, bagaimana cara mengajukan permohonan cuti yang tepat agar disetujui atasan?

1. Ikuti Aturan Perusahaan

Sebelum merencanakan liburan, sebaiknya pelajari dulu peraturan perusahaan terkait dengan aturan atau prosedur cuti. Tidak hanya melihat jatah cuti karyawan, namun perhatikan juga kapan dan bagaimana cara untuk mengambil jatah cuti tersebut.

Kemudian, jika kamu merupakan seorang karyawan baru, cari tahu apakah ada pilihan cuti berbayar yang bisa diambil dan siapa saja pihak yang terkait dalam hal tersebut.

Jangan lupa untuk bicarakan rencana Anda dengan rekan satu tim, karena mungkin saja sedang ada proyek yang tidak bisa kamu tinggalkan.

2. Periksa Pekerjaan dan Deadline

Langkah selanjutnya adalah lihat pekerjaan Anda. Seperti penjelasan sebelumnya, cari tahu apakah ada proyek, event atau deadline selama Anda ingin cuti. Jika ada, sebaiknya pastikan semua hal tersebut selesai terlebih dulu sebelum memulai cuti.

Baca juga:  5 Cara Pelatihan Karyawan di Perusahaan

Selain itu, pikirkan juga beban kerja (workload) rekan kerja Anda, karena bisa jadi waktu cuti Anda berpengaruh pada pekerjaan mereka.

3. Sampaikan Informasi

Jika sudah menentukan kapan Anda akan cuti, maka sampaikan ke atasan Anda dari jauh hari. Walaupun misalnya Anda mengambil cuti berbayar, bukan berarti Anda bisa menggunakannya kapanpun Anda mau.

Daripada langsung memberitahukan rencana liburan Anda secara detail, lebih baik katakan bahwa Anda sedang membuat rencana tertentu pada waktu tertentu dan tanyakan apakah atasan Anda bisa menyetujuinya.

Bayangkan jika Anda menginfokan mengenai waktu dan hotel tempat Anda menginap, kemudian saat Anda berlibur tiba-tiba kantor menelepon hotel tersebut untuk mencari Anda terkait dengan pekerjaan. Pasti menjengkelkan bukan? Hari libur Anda menjadi terganggu.

4. Pilih Hari yang Tepat

Ketika ingin menemui atasan dan memberikan surat permohonan cuti, pastikan mereka sedang memiliki mood yang baik. Bayangkan jika Anda akan mengajukan permohonan cuti selama beberapa hari untuk liburan sedangkan atasan Anda sedang bad mood dan lelah karena banyaknya meeting yang harus dihadiri.

Oleh karenanya, Anda harus memperhatikan situasi terlebih dahulu sebelum bertemu secara empat mata, atau Anda bisa mengirimkan email dan menjelaskan permohonan cuti Anda.

Baca juga:  Cara Menghilangkan Bosan di Tempat Kerja

5. Terima Keputusan Atasan

Tak jarang atasan menolak permohonan cuti karyawan karena beberapa alasan tertentu, seperti proyek yang sedang menumpuk atau kurangnya karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan deadline dan sebagainya.

Untuk berjaga-jaga, maka sebaiknya Anda mengajukan permohonan cuti jauh-jauh hari dan selesaikan semua pekerjaan Anda.

Sumber:
TheMuse: The Right Way to Ask Your Boss for Time Off

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *