Kecerdasan Buatan untuk Personalized Marketing di Industri Retail

kecerdasan buatan untuk personalized marketing

Personalized Marketing – Di masa depan, e-commerce akan sangat dipengaruhi oleh teknologi kecerdasan buatan. Teknologi ini sudah terbukti memberikan kontribusi pada bisnis. Dengan menerapkan kecerdasan buatan untuk personalized marketing para pebisnis telah merasakan peningkatan pendapatan secara signifikan.

Personalized marketing adalah strategi pemasaran per individu yaitu pemasaran yang disesuaikan dengan kesukaan dan perilaku belanja setiap individu. Bisnis menggunakan analisis data dan teknologi kecerdasan buatan agar bisa memberikan penawaran produk yang akan disukai pelanggan atau calon pelanggan.

Kecerdasan Buatan untuk Personalized Marketing e-Commerce

Dalam dunia ritel online, bisnis selalu memberikan penawaran produk lain ketika konsumen akan membeli suatu produk. Masalahnya adalah bagaimana meningkatkan peluang konsumen juga membeli produk lain yang ditawarkan tersebut.

Disini lah letak studi perilaku konsumen dan trend menjadi sangat dibutuhkan. Bisnis berlomba-lomba melakukan analisa dan penelitian demi mampu menawarkan produk yang sesuai dengan selera dan keinginan pembeli, bahkan sebelum mereka sendiri benar-benar tahu apa yang mereka inginkan.

Di sinilah teknologi AI di ritel online mulai diterapkan. Teknologi AI mampu mempelajari perilaku konsumen dan trend penjualan sehingga ia bisa menawarkan produk yang disesuaikan dengan konsumen tersebut.

Konsumen akan merasa nyaman berbelanja di toko online yang memberikan produk yang sesuai dengan kesukaan dan kebutuhan mereka. Toko online cerdas akan meningkatkan retensi konsumen dan penjualan perusahaan dalam jangka panjang.

Misalnya konsumen A melakukan pencarian khusus rok berwarna hitam, menfilter harga antara Rp. 100.000 – Rp. 300.000. Namun konsumen A tersebut tidak melakukan pembelian hanya memasukan produk dalam keranjang.

Dengan teknologi AI dan otomatisasi, bisnis bisa mengatur agar aplikasi mengirimkan reminder dan penawaran ke konsumen A yang berisi produk yang sedang dicari dan harga yang disukai oleh konsumen A. Penawaran tersebut juga bisa dikirimkan secara otomatis ketika produk yang mungkin disukai konsumen A sedang diskon hingga sesuai dengan budget konsumen A.

Automation in the Age of Personalization [INFOGRAPHIC] - An Infographic from Salesforce Pardot

Embedded from Salesforce Pardot

Teknologi Kecerdasan Buatan Memberikan Diderot Effect

Dalam dunia bisnis, Diderot effect merupakan fenomena sosial yang berkaitan dengan pembelanjaan barang. Istilah Efek Diderot diciptakan oleh Grant McCracken pada tahun 1988. Ia mengatakan bahwa barang yang dibeli konsumen cenderung terkait dengan identitas mereka. Dalam artian mereka membeli barang untuk menciptakan identitas. Jadi orang tidak membeli barang hanya murni untuk kepraktisan dan fungsionalitas saja.

Ini adalah alasan mengapa orang-orang cenderung membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan.

Tonton juga pembahasan mengenai Diderot Effect dari channel Joshua Becker.

Anggaplah suatu kali Anda membeli kemeja untuk bekerja. Setelah Anda pulang ke rumah dan memakainya, Anda menyadari bahwa kemeja ini ternyata tidak sesuai dengan pakaian lain yang Anda miliki. Kemudian Anda berpikir untuk membeli celana atau roko dan juga sepatu hingga jam yang sesuai dengan kemeja tersebut.

Diderot Effect menjelaskan kemungkinan klien merasa harus melakukan pembelian lebih lanjut setelah membeli barang dengan tujuan awal untuk fungsional.

Dalam retail fisik, fungsi yang memanfaatkan Diderot effect adalah tim penjualan profesional. Mereka akan menawarkan produk pendukung yang akan melengkapi pembelian produk awal konsumen. Dalam e-commerce, peran ini dilakukan oleh teknologi AI.  Personalized marketing untuk konsumen akan terbentuk berdasarkan analisa klik, penambahan barang di keranjang belanja, pembelian masa lalu, pertanyaan dari konsumen.

Personalized Marketing Tidak Hanya Tentang Rekomendasi Produk

Dari pembahasan tampaknya teknologi kecerdasan buatan hanya digunakan untuk merekomendasi produk. Sebenarnya tidak demikian adanya. Kecerdasan buatan digunakan dalam berbagai sisi bisnis.

Penentuan letak navigasi menu, pembuatan buletin atau materi konten editorial, desain aplikasi. Sistem kecerdasan buatan digunakan untuk mengoptimalkan pengalaman berbelanja konsumen di dunia digital. Berikut adalah beberapa contohnya.

  • Ucapan selamat datang saat konsumen pertama kali membuka website atau aplikasi
  • Tampilan toko web yang disesuaikan dengan lokasi, demografis dan riwayat pembelanjaan konsuman di masa lalu
  • Chatbot yang percakapannya disesuaikan dengan histori percakapan konsumen
  • Pemberian konten blog atau e-mail marketing yang akan disukai oleh konsumen

infografis personalized marketing menggunakan kecerdasan buatan
Praktek Personalized Marketing oleh Berbagai Brand di Indonesia

Bagaimana dengan penerapan teknologi AI di Indonesia, terutama di bidang e-commerce? Seberapa jauh perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan teknologi kecerdasan buatan ini?

Teknologi Kecerdasan Buatan di Bukalapak

Tentunya perusahaan tidak akan memamerkan bagaimana mereka menerapkan teknologi dalam bisnis mereka. Namun ada beberapa perusahaan yang memamerkan teknologi AI ini sebagai bagian dari promosi mereka.

Sebagai contoh Bukalapak. Dilansir dari Bisnis.com pada tahun 2019, Bukalapak mengembangkan teknologi Ai  untuk diterapkan di platform belanja daring dan luring perusahaan.

Untuk  meningkatkan persentase pembelian rekomendasi produk di marketplace, Bukalapak menggunakan artificial intelligence (AI). Teknologi ini juga digunakan untuk mengembangkan sistem prediksi kebutuhan stok barang baik untuk Mitra Bukalapak maupun di gudang milik Bukalapak.

Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid menyatakan pihaknya telah gencar menggarap segmen O2O sejak meluncurkan program Mitra Bukalapak pada 2017. Hingga kini, dia menyatakan jumlah mitra Bukalapak mencapai 800.000 pemilik warung dan ditargetkan dapat mencapai lebih dari 1 juta pemilik warung pada akhir tahun nanti.

Berdasarkan klaim Bukalapak, mereka berhasil meningkatkan transaksi penjualan lebih dari Rp 50 miliar dalam satu bulan menggunakan personalized marketing. Studi dari Boston Consulting Group (BCG) yang menyimpulkan bahwa penjual retail yang menggunakan strategi personalized marketing dapat meningkatkan penjualan sebesar 6-10%. Terdapat kesesuaian antara klaim Bukalapak dengan hasil studi ini.

Teknologi Kecerdasan Buatan di PT. Kereta Api Indonesia

Dilansir dari AntaraNews, pada tahun 2021 ini KAI berencana menambahkan fitur-fitur KAI Access. Mereka juga ingin menggunakan big data untuk mengetahui minat dan kebiasaan pelanggan.
Dengan demikian KAI berharap bisa memberikan pelayanan yang sesuai dengan keinginan juga kebutuhan pelanggan.

Didiek Hartantyo, Direktur Utama KAI juga menambahkan bahwa KAI akan mengembangkan aplikasi untuk mengoptimalkan operasional perawatan dan pemantauan sarana/prasarana kereta api. Harapannya operasional kereta api lebih lancar dan petugas dapat bekerja lebih efisien.

Teknologi Kecerdasan Buatan di Gojek

Meskipun Gojek memberikan peluang bagi banyak driver untuk mendapatkan penghasilan, namun banyak juga kesulitan yang harus dihadapi oleh driver karena maraknya order fiktif yang dilakukan oleh konsumen. Sudah banyak berita dan kisah sedih yang kita baca tentang permasalahan ini.

Ini salah satu contoh kasus order fiktif yang terjadi.

Menurut artikel dari Katadata.co.id,

SVP Corporate Affairs Gojek Rubi Purnomo menyatakan bahwa order fiktif merugikan mitra pengemudi secara tenaga dan materiel. “Sekarang ini semakin bisa dideteksi,” kata dia saat konferensi pers bertajuk ‘Perkuat Teknologi Gojek SHIELD dengan Inovasi Terbaru dan Kolaborasi Multi-Sektor

Gojek menggunakan mesin pembelajar dan kecerdasan buatan untuk mendeteksi order fiktif.

Cara kerjanya adalah sebagai berikut..

Mitra pengemudi akan klik tombol lapor sebelum menerima pesanan apabila mereka menduga bahwa order tersebut mencurigakan.

Berdasarkan data tersebut dan data riwayat kebiasan pelanggan, mesin pembelajar akan menganalisa order tersebut. Mitra pengemudi kemudian dapat memutuskan mengambil pesanan atau tidak berdasarkan hasil analisanya.

Jika ternyata pesanan tersebut diambilan dan memang fiktif, perusahaan akan memblokir akun konsumen. Biaya yang telah dikeluarkan oleh mitra pengemudi akan diganti. Namun mitra pengemudi tersebut harus menelpon Gojek terlebih dahulu.

Kesimpulan

Personalized marketing menggunakan kecerdasan buatan telah menjadi teknologi masa kini yang sudah digunakan oleh banyak perusahaan baik di luar maupun di dalam negeri. Di industri retail sendiri kebanyakan personalized marketing menggunakan kecerdasan buatan digunakan untuk memberikan rekomendasi produk yang dipersonalisasi dengan tiap-tiap konsumen. Namun ternyata kecerdasan buatan tidak hanya untuk rekomendasi produk tapi juga meningkatkan pengalaman berbelanja konsumen, menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen, operasional perusahaan dan perlindungan terhadap mitra kerja.

Baca juga:

  1. Mengapa Artificial Intelligence Dapat Mengubah SDM?
  2. Intelligence Manufacturing: Teknologi Manufaktur yang Membawa Perubahan Besar bagi Perusahaan
  3. 5 Tren Digital Transformasi dalam Industri Manufaktur
  4. Tren Teknologi HR Terkini

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *