Apa itu PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu)?

perjanjian kerja waktu tertentu pkwt

Sebagai seorang praktisi HR atau pemilik bisnis dan perusahaan, Anda wajib mengetahui berbagai macam peraturan ketenagakerjaan termasuk mengenai pelaksanakan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Pasalnya PKWT dibutuhkan jika perusahaan ingin menerapkan sistem kontrak pada karyawan tertentu.

Apa itu PKWT?

Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi No. 100/MEN/IV.2004, PKWT adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan perusahaan untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerja tertentu.

Pada dasarnya, PKWT mengatur hubungan pekerja dengan perusahaan atau pengusaha yang terdiri dari faktor jabatan, gaji, tunjangan, fasilitas dan hal lain yang bersifat mengatur hubungan kerja secara pribadi.

Berapa Lama Waktu Berlaku PKWT?

Menurut UU No.13/2003 pasal 59 ayat 4, PKWT hanya boleh diberlakukan paling lama dua tahun dan hanya boleh diperpanjang satu kali untuk jangka waktu paling lama satu tahun. Dapat disimpulkan bahwa waktu maksimal perusahaan “mengikat” karyawan dengan PKWT adalah selama tiga tahun.

Jika Anda ingin memperpanjang PKWT, maka perusahaan wajib memberitahukan karyawan bersangkutan secara tertulis paling lama tujuh hari sebelum masa PKWT atau kontrak berakhir.

Jika hal ini tidak dilakukan, maka perjanjian kerja akan batal secara hukum dan menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) yang diatur dalam UU No.13/2003 pasal 59 ayat 5.

Baca juga:  Cara Menghitung THR Karyawan yang Tepat

Perjanjian kerja yang baru dapat diterapkan dalam PKWT dengan dasar UU No.13/2003 pasal 59 ayat 6, di mana disebutkan bahwa pembaruan perjanjian kerja dapat dilakukan satu kali dan paling lama dua tahun.

Pembaruan perjanjian kerja dapat dilakukan setelah lebih dari 30 hari sejak berakhirnya PKWT. Hal ini diberlakukan misalnya jika ada pekerjaan yang belum dapat diselesaikan padahal masa PKWT akan atau sudah berakhir.

Apabila PKWT tidak melalui melalui masa tenggang waktu 30 hari sejak berakhirnya PKWT, maka PKWT dapat berubah menjadi PKWTT.

Apa Saja Jenis Pekerjaan yang Bisa Menggunakan PKWT?

Pekerjaan yang Selesai Sekali/Sementara (Penyelesaian Paling Lama Tiga Tahun)

  • Jika ada pekerjaan yang selesai lebih cepat daripada waktu perjanjian, maka PKWT berakhir secara resmi berdasarkan hukum pada saat penyelesaian pekerjaan
  • PKWT wajib mencangkup batasan waktu mengenai kapan suatu pekerjaan dinyatakan selesai
  • Jika pekerjaan tersebut belum dapat diselesaikan, maka dapat dilakukan pembaruan PKWT
  • Pembaruan dilakukan 30 hari setelah berakhirnya perjanjian kerja (selama 30 hari tersebut tidak diperbolehkan adanya hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan/pengusaha)

Pekerjaan Musiman

  • PKWT hanya dapat diberlakukan untuk satu jenis pekerjaan pada musim tertentu
  • Pekerjaan yang dilakukan untuk memenuhi target tertentu bisa dilakukan dengan PKWT sebagai pekerjaan musiman
  • PKWT untuk pekerjaan musiman tidak dapat mengalami pembaruan
Baca juga:  Menahan Ijazah Karyawan atau Membangun Kepercayaan?

Pekerjaan yang Terkait Dengan Produk/Kegiatan Baru Atau Produk Tambahan yang Masih dalam Percobaan

  • PKWT untuk jenis pekerjaan ini hanya dapat diberlakukan untuk jangka waktu maksimal dua tahun dan dapat diperpanjang sebanyak satu kali paling lama setahun
  • PKWT tidak dapat mengalami pembaruan
  • PKWT hanya diberlakukan bagi karyawan yang melakukan pekerjaan di luar pekerjaan/kegiatan yang biasa dilakukan perusahaan

Pekerjaan Harian/Lepas

  • PKWT dapat diberlakukan untuk pekerjaan tertentu yang sering mengalami perubahan dalam hal waktu dan volumen pekerjaan
  • Upah dibayar berdasarkan jumlah kehadiran karyawan
  • PKWT dilakukan dengan ketentuan karyawan bekerja kurang dari 21 hari dalam sebulan
  • Apabila karyawan bekerja selama 21 hari atau lebih selama tiga bulan berturut-turut, maka PKWT berubah menjadi PKWTT
  • Perusahaan/pengusaha wajib membuat perjanjian kerja secara tertulis
  • Wajib mencantumkan alamat/nama perusahaan, nama/alamat karyawan, jenis pekerjaan yang dilakukan dan besar upah

Comments (2)

  • NoName Reply

    Permisi min, saya mau nanya. ada perusahaan A yang mempunyai suatu usaha rental pc/laptop kemudian mendapatkan kontrak dengan perusahaan B dengan ikatan kontrak selama 3 tahun untuk pc/laptop perusahaan A, kemudian perusahaan memperkerjakan orang d3ngan status PKWT dengan maksud menjadi PIC uunitmereka yg direntalkan, jika setelah 3 tahun perusahaan B memperpanjang kontrak untuk rental unit tersebut lagi, lalu bagaimana status pekerja yang ada pada perusahaan A tersebut? Bagaimana si pekerja pada perusahaan A menyikapinya? Lalu bagaimana solusinya?
    Terimakasih

    September 12, 2017 at 11:46 am
    • Admin KaryaONE Reply

      PKWT ini hanya boleh dilakukan paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun (lihat Pasal 59 ayat [4] UUK). Jadi, PKWT dibuat untuk maksimal 3 (tiga) tahun dan apabila suatu PKWT dibuat melebihi waktu tersebut demi hukum menjadi PKWTT atau dengan kata lain karyawan tersebut menjadi karyawan permanen.

      September 12, 2017 at 4:42 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *