Hal Penting Mengenai PPN yang Banyak Orang Tidak Pahami

ppn

Pernakah Anda merasa ketika makan di restoran harganya lebih mahal dibandingkan di warung pinggir jalan? Itu disebabkan Anda sebagai konsumen dibebani dengan PPN.

Atau memang kualitas makanan yang disajikan di restoran berbeda dengan makanan yang dihidangkan di warung.

Dua hal tersebut itu mungkin saja terjadi. Akan tetapi, sudah bisa dipastikan konsumen harus merogoh kocek sedikit dalam ketika mereka membeli makanan di restoran.

Hal ini disebabkan Anda harus membayar pajak yang disebut dengan PPN.

Banner KaryaOne - Payroll Software Indonesia

Sekilas Mengenai Apa itu PPN

Mungkin Anda kurang begitu familiar dengan PPN. Namun, coba lihat di struk setelah Anda membeli sesuatu, entah di restoran, toko buku, toko makanan, atau tempat lainnya. Di struk biasanya tertulis PPN.

Pengertian PPN

Pajak Pertambahan Nilai atau PPN adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan ketika seseorang melakukan transaksi jual beli.

Yang diperjual-belikan tidak hanya berupa barang melainkan juga jasa. Jadi, ketika terjadi transaksi, maka di sana ada pajak pertambahan nilai yang harus dibayar.

Penggunaan PPN di Masyarakat

penggunaan ppn di masyarakat

Biasanya, pajak tersebut dibebankan kepada konsumen. Hanya saja, terkadang jumlahnya sudah dimasukkan ke dalam harga barang atau jasa.

Jadi, penjual seolah-olah tidak membebankan PPN kepada konsumen tapi sebenarnya konsumen sudah membayar pajak tersebut.

Ini dilakukan karena ada beberapa konsumen yang kurang taat terhadap pajak. Mereka tidak ingin mengeluarkan tambahan uang sehingga uang yang harus mereka bayar di atas harga barang atau jasa.

Untuk mengatisipasi hal tersebut, pajak pertambahan nilai dimasukkan ke dalam harga barang atau jasa tersebut.

Di sisi lain, ada juga yang ingin melakukan transparansi. Ini biasanya dilakukan oleh toko-toko atau penyedia jasa yang sudah modern.

Contohnya saja di minimarket. Setiap kali Anda membeli barang, maka ada struk yang menyajikan informasi mengenai harga barang lengkap dengan jumlah PPN yang harus Anda bayar.

Obyek Apa Saja yang Dikenai PPN?

Apakah semua barang terkena pajak pertambahan nilai? Ternyata tidak. Jadi, tidak semua transaksi membuat Anda harus bayar pajak.

Barang yang terkena pajak pertambahan nilai disebut dengan obyek PPN. Adapun obyek atau barang yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Barang Kena Pajak dan Jasa Kena Pajak

Ini sifatnya umum sekali. Karena ketika terjadi transaksi terhadap barang dan jasa, maka di sana ada pajak yang harus dibayarkan oleh konsumen.

Jika transaksi dilakukan di daerah Pebean, sudah bisa dipastikan Barang Kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak (JKP) dikenai PPN.

Barang Import

Jika Anda pengusaha import, Anda perlu tahu bahwa Anda akan dikenai pajak pertambahan nilai. Sudah ada aturan ketat di bagian kepabeanan.

Pajak ini diterapkan untuk melindungi barang yang sama yang diproduksi di dalam negeri sehingga harganya tetap bersaing dengan barang import.

Barang Eksport

barang export

Begitu juga barang yang dieksport ke luar negeri. Barang yang keluar dari negara Indonesia harus dikenai pajak untuk menjaga agar stok di dalam negeri tetap terjaga.

Jangan sampai karena harga di luar negeri lebih bagus membuat penguasa berbondong-bondong menjual barang ke luar negeri. Padahal, barang tersebut juga diperlukan di dalam negeri.

Setidaknya itulah beberapa obyek PPN yang harus Anda ketahui. Sekarang ini, pemerintah semakin ketat dalam menerapkan pajak.

Pasalnya, pemerintah terus menggenjot pendapatan dari sektor pajak agar pembangunan bisa terus dilakukan dan pelayanan kepada masyarakat semakin lebih baik.

Berapa Jumlah PPN yang Harus Anda Bayarkan?

Anda harus memahami bahwa besarnya pajak yang diterapkan oleh pemerintah itu dipengaruhi oleh kebijakan. Maka dari itu, di setiap pemerintahan, kebijakan penerapan pajak berbeda-beda.

Faktor yang digunakan untuk melakukan penetapan jumlah pajak pun bervariasi. Bisa saja disebabkan kondisi ekonomi dalam negeri, kondisi ekonomi global, inflasi, persediaan barang, daya beli masyarakat, dan lain sebagainya.

Faktor-faktor itulah yang dipertimbangkan sehingga pemerintah menentukan berapa jumlah PPN yang harus dibayarkan.

Hanya saja, menurut Undang-Undang no 42 tahun 2009 pasal 7, tarif pajak pertambahan nilai sudah ditentukan sebesar 10% untuk semua jenis barang.

Namun, ada yang dikecualikan, yaitu eksport barang kena pajak berwujud, eksport barang kena pajak tidak berwujud, dan ekspor jasa kena pajak. Untuk obyek pajak tersebut tarifnya sebesar 0%.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tarif pajak bisa berubah sesuai dengan kebijakan pemerintahan yang berkuasa. Akan tetapi, ada patokan yang tidak boleh dilanggar.

Tarif PPN terendah hingga tertinggi adalah 5% hingga 15%. Jadi, untuk barang yang kena pajak tidak boleh ditetapkan pajaknya di bawah 5% atau lebih dari 15%.

Cara Membayar PPN secara Online

djp online pajak

Mungkin Anda satu di antara banyak pengusaha yang masih kebingunan mengenai PPN ini. Sehingga Anda tidak tahu bagaimana menghitung pajak pertambahan nilai dan di mana Anda harus menyetorkan pajak tersebut.

Sebaiknya Anda harus runtut dulu dengan menjawab satu pertanyaan ini. Apakah Anda termasuk Pengusaha Kena Pajak atau yang disingkat dengan PKP?

Menurut ketentuan PMK No. 197/PMK.03/2013, seorang pengusaha atau perusahaan disebut PKP jika transaksi jual beli mencapai 4,8 milyar per tahun.

Nah, sekarang coba Anda hitung lagi apakah jumlah transaksi mencapai angka itu selama satu tahun. Jika ya, maka Anda harus membayar PPN.

Di mana Anda harus bayar pajak? Tentu saja di kantor pajak. Akan tetapi, sekarang Anda bisa membayar pajak secara online. Caranya sebagai berikut:

  1. Kunjungi Situs DJP

Pertama-tama, kunjungi situs DJP di www.djponlie.pajak.go.id

  1. Login

Setelah di halaman utama, login di situs tersebut dengan menggunakan nomor NPWP, password, dan kode keamanan

  1. Buat ID billing

Langkah selanjutnya adalah membuat ID billing di halaman yan gsudah disediakan

  1. Masukkan ID Billing

Setelah mendapatkan ID biling, masukkan ID billing menggunakan fitur pembayaran pajak online. Lalu, lakukan pembayaran melalui ATM, internet banking, SMS banking, atau melalui teller bank

  1. Dapatkan NTPN

NTPN ini singkatan dari Nomor Tanda Penerimaan Negara. Ini sebagai bukti bahwa Anda sudah membayar PPN. Nomor tersebut Anda isikan dalam laporan SPT ketika Anda melakukan pelaporan pajak online.

Jadi, tidak ada yang sulit untuk membayar pajak. Apalagi sekarang sudah eranya serba online. Anda tidak perlu ke kantor pajak untuk mengurus pajak.

Anda tidak perlu mengantri panjang. Sediakan waktu saja untuk mengakses dan memberikan informasi yang dibutuhkan di situs DJP online.

Yang pasti, dengan membayar PPN, Anda menjadi warga negara yang ikut serta dalam pembangunan bangsa.

Karena bagaimanapun juga negara bisa melakukan pembangunan dan memberikan pelayanan yang lebih optimal jika semua orang taat pajak.

Pungutan berupa pajak tersebut akan digunakan untuk menggaji guru agar pendidikan lebih baik, menggaji tenaga medis agar pelayanan kesehatan lebih optimal, dan juga menjaga aparat keamanan untuk menjaga stabilitas keamanan negara.

__________
KaryaONE adalah HR dan Software Payroll Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

Banner KaryaOne - Solusi HR, Payroll dan Talent management Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *