Produktivitas Karyawan – Pengertian dan Cara Meningkatkannya

produktivitas karyawan

Banyaknya gangguan yang ada di lingkungan kantor bisa menjadi penyebab menurunnya produktivitas karyawan. Sebut saja media sosial, menonton youtube, chatting ataupun kebiasaan mengobrol dan bergosip yang sering kali tak lepas dari kehidupan sehari-hari karyawan.

Namun demikian, penelitan menemukan bahwa salah satu alasan kuat mengapa banyak karyawan membuang waktu mereka adalah karena pekerjaan yang kurang menantang. Selain itu, perusahaan tidak memberikan insentif tertentu yang akan memacu semangat sehingga menjadikan karyawan bosan atau malas.

Demi meningkatkan produktivitas karyawan, sebaiknya kita memahami dulu definisi dari kata tersebut.

Apa yang dimaksud dengan Produktivitas Karyawan?

Kita akan mengambil beberapa pengertian dari para ahli. Pertama dari Jan Sauermann dari Stockholm University, secara umum produktivitas adalah rasio antara ukuran output dan ukuran masukan. Produktivitas pekerja dengan demikian dapat diukur sebagai output.  Contohnya: penjualan atau unit yang diproduksi, dibandingkan terhadap input, mis. jumlah jam kerja atau biaya tenaga kerja.

Definisi yang kedua yaitu dari careertrend.com

Produktivitas dapat didefinisikan sebagai pengukuran antara input dan output, dalam hal ini input dan output karyawan  yang bersangkutan. Mengukur produktivitas karyawan akan memperlihatkan seberapa efisien karyawan itu bekerja sebenarnya.

Produktivitas Karyawan artinya keseimbangan antara semua faktor produksi yang akan memberikan hasil yang maksimal dengan usaha sekecil apapun.

Produktivitas adalah sikap pikiran. Ini adalah mentalitas kemajuan, perbaikan terus-menerus dari apa yang ada.

Terakhir adalah dari Zistemo.com, penyedia software untuk mengukur kinerja karyawan.

Produktivitas karyawan adalah metrik yang diukur berdasarkan jumlah output yang dihasilkan karyawan dalam suatu proyek dibandingkan dengan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tsb.

Dari ketiga definisi ini dapat disimpulkan bahwa produktivitas karyawan merupakan perbandingan antara output yang dihasilkan karyawan dan inputnya.  Dari pihak perusahaanlah yang perlu menentukan apa yang dianggap sebagai input dan output karyawan, dikaitkan dengan deskripsi pekerjaannya.

Apa tipe produktivitas yang ada dalam perusahaan?

Labor productivity adalah..

Produktivitas tenaga kerja mengukur ratio output tenaga kerja. Tipe produktivitas ini mengukur seberapa efisien tenaga kerja dalam mengubah sesuatu menjadi produk yang bernilai.

Capital productivity adalah..

Produktivitas modal menghitung seberapa baik modal digunakan untuk menyediakan barang dan jasa bagi perusahaan. Pertumbuhan produktivitas modal menunjukkan bagaimana perubahan jumlah aset, seperti gedung, mesin, komputer dan IT, serta tanah, mempengaruhi pertumbuhan output.

Jika ada peningkatan produktivitas modal artinya satu unit modal menghasilkan lebih banyak output daripada periode sebelumnya.  Atau jumlah output yang sama diproduksi dengan input modal yang lebih sedikit.

Material productivity adalah..

Produktivitas material yaitu mengukur perbandiangan antara output terhadap input (sumber daya). Tujuan adanya material productivity adalah agar perusahaan mampu bekerja lebih efisien.

Perusahaan berusaha menghasilkan output yang sama atau lebih banyak, dengan menggunakan lebih sedikit sumber daya material.

Sering kali dalam proses produksi ada konsumsi bahan baku yang berlebihan, yang diakibatkan proses kerja tidak efisien.  Dampak negatifnya yaitu produk cacat, jumlah output lebih sedikit dari yang diharapkan, biaya pengadaan bahan meningkat dan limbah yang merusak lingkungan.

Total factor productivity adalah..

TFP adalah perbandingan faktor-faktor di luar input yang digunakan dalam produksi (tenaga kerja, modal dan material), yang mempengaruhi output. Contoh: faktor teknologi, ekonomi, budaya, inovasi, dan kebijakan ekonomi.

Apa saja faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja?

Kenapa perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor ini?

Karena semakin produktif karyawan, semakin baik output yang akan mereka hasilkan untuk perusahaan.

Anda perlu tahu bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas karyawan. Dan banyak juga hal-hal yang membuat karyawan Anda kurang produktif.

Salah satu contohnya adalah suhu udara. Efisiensi karyawan dapat menurun ketika suhu terlalu panas atau terlalu dingin. Contoh lainnya adalah komunikasi yang buruk antara pegawai.

Berikut adalah daftar faktor-faktor dalam perusahaan yang bisa mempengaruhi produktivitas karyawan.

1. Suhu udara di kantor/pabrik/gudang
2. Pencahayaan yang baik
3. Kualitas udara
4. Peralatan operasional yang memadai
5. Komunikasi antara atasan dan bawahan
6. Layout dan desain kantor
7. Pelatihan untuk pegawai
8. Tempat kerja yang ergonomis
9. Ruang makan dan memasak di tempat kerja
10. Sistem onboarding
11. SOP
12. Alat kolaborasi
13. Keberagaman di tempat kerja
14. Tempat kerja yang aman
15. Ktersediaan air minum

Bagaimana meningkatkan produktivitas karyawan?

Topik worker productivity/employee productivity adalah selalu tentang bagaiman Anda sebagai seorang HRD atau pemilik perusahaan bisa meningkatkan produktivitas tsb.

banner_karyaone1. Komunikasi, seperti apa yang baik?

Sampaikan ekspektasi Anda terhadap setiap karyawan secara jelas dan mendetail sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa tujuan perusahaan dan peran mereka di dalamnya.

Pastikan setiap karyawan tahu apa saja tugas dan tanggung jawab masing-masing yang harus dilakukan demi mencapai tujuan perusahaan. Anda juga harus melakukan evaluasi, penilaian performa serta memberikan feedback mengenai hasil pekerjaan karyawan.

2. Observasi, ini yang perlu Anda lihat.

Perhatikan dan kenali apa saja hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi dan menurunkan produktivitas karyawan. Jika Anda berhasil menemukannya, pastikan Anda memiliki rencana dan strategi untuk memanfaatkan gangguan tersebut.

Misalnya saja ada pertandingan olahraga seperti piala dunia. Daripada melarang karyawan untuk menyalakan televisi, berikan sedikit kebebasan dengan membiarkan mereka menyaksikan pertandingan pada waktu-waktu tertentu (tapi tetap dibatasi).

Walaupun terkesan membuat karyawan semakin malas, namun cara ini akan membuat karyawan lebih bersosialisasi dan melepaskan penat mereka. Karyawan akan merasa segar dan bersemangat kembali dalam bekerja setelah sedikit melakukan “refreshing”.

3. Reward, seperti apa?

Mengenali hasil pekerjaan karyawan dan memberikan reward akan menjaga dan meningkatkan produktivitas karyawan secara konsisten. Berikan bonus tahunan kepada karyawan yang berhasil menyelesaikan proyek tertentu dengan hasil yang baik misalnya.

Memberikan bonus secara berkala akan mengingatkan karyawan bahwa performa mereka terus dipantau dan diperhitungkan oleh perusahaan, dan semua pekerjaan yang selesai dengan baik akan mendapat reward yang setimpal.

Butuh tips yang lainnya?

Tonton juga video rekaman live instagram Tuesday Talk! Newman Pearson tentang Improving Your Employee Performance bersama CEO KaryaOne

Kesimpulan

Ada batasan-batasan tertentu yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Anda bisa mengadakan konseling, teguran atau bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk kasus yang ekstrim.

Sebelum mengambil langkah tertentu, pertimbangkan langkah proaktif apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tanpa efek negatif.

Sumber:
HRDMag: Three Proactive Tips To Stop Employees Wasting Time

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *