Program Kesehatan Karyawan di Perusahaan

program kesehatan karyawan

Program kesehatan karyawan di perusahaan terkadang dipertanyakan dan disalahartikan. Perusahaan biasanya melaksanakan program seperti ini untuk mengurangi biaya kesehatan, namun seringkali tidak efektif karena masih banyak kekurangan.

Untuk itu, tidak sedikit saran yang mengatakan bahwa perusahaan sebaiknya fokus kepada hal-hal yang akan mengganggu kesehatan dan membiarkan karyawan untuk menjaga kesehatan mereka sendiri

Apa itu Program Kesehatan?

Program kesehatan karyawan adalah inisiatif perusahaan untuk berupaya meningkatkan kesehatan para karyawannya. Setiap perusahaan memiliki program kesehatan yang berbeda-beda, namun umumnya mempunyai satu tujuan, yaitu mengurangi absen sakit dan meningkatkan produktivitas karyawan.

81% perusahaan besar dan 49% perusahaan kecil menawarkan beberapa jenis program promosi kesehatan untuk karyawan mereka. Perusahaan biasanya akan bekerja sama dengan vendor tertentu untuk menjalani program ini.

Insentif dan program promosi kesehatan di tempat kerja umumnya meliputi:

  • Penilaian risiko kesehatan secara online
  • Program penurunan berat badan
  • Pemeriksaan biometrik (mengukur tekanan darah, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh)
  • Kelas fitness
  • Reimburse untuk biaya keanggotaan gym
  • Program penyuluhan mengenai bahaya rokok
  • Suntik flu
  • Pencegahan penyakit kronis
  • Pembinaan kesehatan dan gaya hidup

Masalah yang Terjadi Pada Program Kesehatan Karyawan

Walaupun terlihat sebagai sebuah program yang bagus, namun bukan usaha yang mudah untuk bisa menjalankan program ini dengan baik. Pasalnya, kondisi kesehatan dan bahkan keuangan setiap perusahaan berbeda-beda.

Berikut masalah yang biasa terjadi pada program kesehatan karyawan

Penggunaan Metrik yang Salah untuk Mengukur Kesehatan

Program kesehatan yang masih tradisional menggunakan metrik yang belum tentu akurat misalnya pada saat mengukur indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) untuk menentukan tingkat obesitas. Namun penelitian mengatakan bahwa BMI bukan pengukuran yang efektif.

Baca juga:  Cara Menghitung PPh 21 karyawan

Perusahaan Bertujuan Mencari Keuntungan

Program kesehatan sering kali diadakan dengan tujuan untuk mengalihkan biaya kesehatan ke karyawan demi keuntungan perusahaan. Bahkan ada juga biaya penalti yang dibebankan kepada karyawan yang tidak mau mengikuti program ini.

Membahayakan Privasi Kesehatan

Program kesehatan karyawan sebenarnya bisa mengganggu privasi karyawan mengenai kesehatan mereka. Pasalnya di beberapa negara terdapat kebijakan yang memungkinkan perusahaan untuk meminta keterangan mengenai kesehatan karyawan mereka dengan tujuan penyesuaian insentif.

Pendekatan seperti ini akan merugikan karyawan yang lebih tua dan memiliki kondisi medis serius.

Tidak Ada yang Yakin Program Dapat Berjalan dengan Baik

Beberapa kasus yang berkaitan dengan program ini menunjukkan bahwa program belum tentu bisa mengurangi biaya kesehatan untuk sisi perusahaan ataupun memperbaiki kesehatan karyawan. Setengah dari perusahaan pengguna program kesehatan tidak secara formal mengevaluasinya sehingga program juga tak berjalan dengan maksimal.

Selain itu, seringkali program-program ini tidak dikomunikasikan secara efektif. Padahal kebanyakan karyawan yang tidak berpartisipasi akan mempertimbangkan untuk mengikuti program kesehatan jika mereka tahu lebih banyak tentang hal tersebut.

Cara Menciptakan Budaya Hidup Sehat untuk Perusahaan Anda

Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang mampu menarik dan mempertahankan individu-individu berkualitas terbaik. Untuk mencapai hal ini, perusahaan harus merancang tunjangan dan manfaat apa saja yang bisa ditawarkan agar karyawan tetap bahagia dan produktif .

Baca juga:  Daftar UMP 2017 di 34 Provinsi se-Indonesia

1. Benefit Jika Bergabung dengan Perusahaan

Luangkan waktu dan uang Anda untuk merancang manfaat yang berguna bagi para karyawan. Misalnya saja:

  • Spotify meng-cover biaya untuk pembekuan sel telur karyawan wanita dan program kesuburan
  • Airbnb menawarkan uang saku sebesar $ 2.000 bagi karyawannya untuk berlibur dan menginap di penginapan yang bekerja sama dengan perusahaan mereka
  • Accenture meng-cover biaya operasi transgender sebagai bentuk komitmen mereka terhadap pengakuan LGBT dan keberagaman

2. Jam Kerja yang Fleksibel

Pastikan karyawan Anda mengetahui bahwa perusahaan juga memperhatikan kehidupan pribadi karyawannya dan bersedia memberikan kelonggaran jam kerja bagi mereka yang membutuhkan.

Perusahaan travel bernama Ctrip memperbolehkan karyawannya untuk bekerja di rumah. Hal ini ternyata meningkatkan produktivitas sebanyak 13,5%. Jumlah absen atau izin sakit pun berkurang, dan karyawan dilaporkan merasa lebih bahagia sehingga tidak berencana untuk pindah perusahaan.

3. Peduli Terhadap Kesehatan Karyawan Secara Langsung

Anda bisa membangun budaya hidup sehat di perusahaan tanpa memaksakannya. CEO Hootsuite, Ryan Holmes, mendorong karyawan untuk berolahraga di kantor dengan menyediakan fasilitas gym, kamar mandi dan ruang ganti.

Jika kondisi keuangan perusahaan Anda belum memadai untuk menyediakan fasilitas tersebut, Anda bisa:

  • Menyediakan parkir sepeda
  • Kelonggaran waktu untuk karyawan yang ingin berolahraga
  • Makanan ringan yang sehat
  • Standing desk dan bola latihan untuk berolahraga ringan

Sumber:
Workable: The Problem With Employee Wellness Programs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *