Cara Menulis Proposal Usaha Dalam 6 Langkah Mudah

Back to Blog

Semua bisnis yang sukses berawal dari proposal usaha yang menarik. Untuk memenangkan suatu proyek dari klien juga dimulai dengan proposal usaha yang mampu memikat hati mereka.

Melihat betapa pentingnya peran proposal usaha dalam bisnis, jangan sampai Anda membuat proposal yang salah. Proposal usaha efektif dilengkapi dengan ringkasan eksekutif dan detail proyek utama. Berikut enam langkah mudah pembuatannya.

banner_karyaone

Mengumpulkan informasi yang dibutuhkan

Ingin menjadi yang pertama mengirim proposal usaha saat ada proyek baru ditawarkan memang tidak sepenuhnya salah. Namun, sudahkah Anda memiliki seluruh detail informasi yang dibutuhkan?

Detail informasi bukan hanya tentang bisnis Anda, tetapu juga perusahaan yang dituju. Ini akan memudahkan Anda untuk mengeksekusi proyek yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.

Sebelum mulai menulis, berikut beberapa panduan pertanyaan untuk menguji apakah Anda tahu banyak tentang perusahaan penawar proyek:

  • Siapa pembelinya?
  • Apa celahnya?
  • Berapa anggarannya?
  • Apakah ada deadline?
  • Apa solusi terbaik Anda untuk masalah mereka?
  • Berapa dana yang Anda miliki jika proposal usaha diterima?

Membuat garis besar lingkup proyek

Sebuah ringkasan tentang lingkup proyek harus mempertimbangkan fitur, fungsi, biaya, tugas, dan jadwal. Untuk mendapat gambaran tentang lingkup proyek, ada beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab untuk menguji seberapa luas pengetahuan tentang hal ini:

  • Who? – Siapa yang bertanggung jawab melakukan dan mengelola pekerjaan?
  • What? – Apa yang perlu diminta dan disampaikan? Hal apa yang perlu untuk dilakukan? Apa yang bisa pelanggan dapat dan berapa biayanya?
  • Where? – Di mana pekerjaan akan dilakukan dan ke mana dikirimkan?
  • When? – Kapan Anda mulai melakukan pekerjaan? Kapan proyek resmi dikerjakan? Kapan proyek harus selesai? Serta kapan waktu pembayaran?
  • How? – Bagaimana cara untuk menyelesaikan, mengembangkan, dan mengelola proyek? Bagaimana Anda memenuhi kepuasan pelanggan dan menyesuaikan dengan quality control? Bagaimana mengurangi risiko yang timbul?
  • Why? – Mengapa Anda memilih pendekatan dan alternatif tertentu untuk proyek tersebut serta mengapa pelanggan harus memilih Anda?

Memperkirakan tenaga kerja dan biaya yang dibutuhkan

Anda harus memikirkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dan biaya klien. Sebagai tips, Anda bisa melebihkan waktu yang dibutuhkan untuk satu proyek selesai dikerjakan sebagai bentuk antisipasi adanya hambatan yang terjadi selama proses pengerjaan.

Misalnya saja, satu proyek membutuhkan waktu sepuluh jam. Waktu tersebut bisa ditulis menjadi lima belas jam dalam proposal.

Jadi, Jika ada hambatan terjadi, Anda pun tidak perlu waktu tambahan. Sementara jika semua berjalan lancar, Anda bisa selesai sesuai perkiraan waktu awal. Anda bisa menawarkan pekerjaan lain, sedangkan klien tidak perlu membayar mahal pekerjaan Anda.

Mulai membuat rancangan proposal usaha Anda

Setelah mengumpulkan segala informasi dan membuat perkiraan, saatnya Anda membuat proposal usaha. Umumnya, proposal usaha memiliki enam sampai tujuh bagian:

  • Rangkuman eksekutif
  • Informasi perusahaan: tentang legalitas perusahaan, struktur organisasi, performa finansial, pengalaman perusahaan
  • Pendahuluan: deskripsi umum bisnis, latar belakang industri, tujuan, potensi, dan visi misi perusahaan, dan keunikan produk
  • Pemasaran: berisi penjelasan tentang riset dan analisis, ukuran pasar dan tren, kompetisi, dan rencana pemasaran
  • Pelaksanaan bisnis: menyangkut lokasi pengerjaan proyek, akses transportasi, kependudukan, dan fasilitas umum
  • Aspek perizinan
  • Manajemen
  • Finansial: berisi perhitungan kira-kira biaya modal, biaya operasional, analisis profitabilitas, analisis break even point
  • Aspek teknis: menjelaskan tahap perencanaan dan pembangunan
  • Strategi panen: berisi transfer aset dan keberlanjutan bisnis

Mengedit proposal usaha

Selesai dengan pembuatan proposal usaha, jangan lupakan bagian paling krusial, yaitu mengedit dan cek ulang. Anda bisa meminta rekan kerja membaca proposal usaha yang telah dibuat untuk melihat apakah ada kesalahan.

Sebaiknya, proposal usaha tidak perlu terlalu panjang, yang penting memiliki bahasa yang jelas, sederhana, dan ringkas agar mudah dipahami oleh klien.

Satu hal yang harus dipahami, bahwa meskipun sedang bersaing dengan kompetitor lain untuk satu proyek, Anda tidak boleh melebih-lebihkan servis yang ditawarkan. Jangan terlalu hiperbola dalam bahasa yang digunakan untuk proposal bisnis. Alih-alih memenangkan proyek, bisa jadi malah ditolak.

Mengirim proposal usaha dan tindak lanjuti

Selesai dengan semua langkah diatas, kini saatnya Anda mengirim proposal usaha melalui email maupun portal perusahaan mereka. Ini bergantung pada kebijakan masing-masing.

Anda juga bisa mengirim proposal usaha sebagai attachment email. Agar semua detail proposal terbaca. Anda bisa menggunakan pelacak email untuk melihat apakah email Anda sudah dibaca dan diberikan balasan oleh pihak perusahaan.

Dengan banyaknya hal yang harus diurus dalam pembuatan proposal usaha, tentunya Anda membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, serahkan urusan administrasi pekerjaan Anda kepada software seperti KaryaONE. Software HR KaryaONE mampu memudahkan pengelolaan proses administrasi, mulai dari cuti, lembur, absensi, hingga penggajian karyawan. Dengan begini, Anda pun dapat lebih fokus dalam menyusun proposal usaha yang menjanjikan.

Sumber : Fitsmallbusiness

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog