Rekonsiliasi Bank : Pengertian, Penyebab, Manfaat dan Bentuk

rekonsiliasi bank

Rekonsiliasi bank secara sederhana yaitu proses penyesuaian antara catatan kas menurut perusahaan dengan catatan kas menurut bank.

Umumnya perusahaan menyimpan uang di bank agar dapat mencatat arus keluar masuk seperti penyetoran, pengambilan dan pembayaran dengan menggunakan cek.

Secara teori, saldo rekening yang ada di perusahaan dan yang ada di bank selalu sama, namun dalam praktek tidak selalu demikian.

Ada banyak faktor yang menyebabkan catatan kas perusahaan dan bank tidak sesuai.

Untuk itu, pada artikel ini kita akan mempelajari poin poin di bawah ini. Harapan nya, setelah membaca artikel ini Anda dapat mempraktekkan rekonsiliasi bank ini di perusahaan Anda.

Aplikasi HR Berbasis Cloud KaryaOne

Bagaimana Pengertian Rekonsiliasi Bank Menurut Ahli?

Menurut pakar ekonomi Haryono Jusup dalam buku Dasar-dasar Akuntansi (2005:21) menyatakan bahwa rekonsiliasi bank yaitu proses untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya perbedaan antara laporan bank dengan catatan perusahaan serta menentukan jumlah saldo rekening giro yang sesungguhnya pada suatu saat tertentu.

Komponen / Penyebab Timbulnya Perbedaan Saldo Akhir Kas

Ada beberapa komponen yang jadi penyebab terjadinya rekonsiliasi bank, berikut 7 penyebabnya :

1. Deposit In Transit

Komponen pertama yang menyebabkan perbedaan catatan kas perusahaan dengan bank adalah Deposit in transit atau setoran dalam perjalanan.

Deposit in transit terjadi dimana ada setoran dana di akhir bulan yang sudah dicatat perusahaan pada bulan tersebut namun belum dicatat pihak bank dan dimasukkan ke bulan berikutnya.

2. Piutang Wesel

Penyebab kedua adalah piutang wesel, dapat terjadi apabila dana dikirim melalui jasa bank. Piutang wesel merupakan perjanjian tertulis yang dibuat pelanggan untuk membayar kepada perusahaan dengan jumlah dan tingkat bunga yang telah disepakati, masa perjanjian ini biasanya kurang dari satu tahun.

3. Cek yang masih beredar / Outstanding Check

Cek yang masih beredar dapat menyebabkan suatu rekonsiliasi bank. Outstanding check adalah cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan namun belum dicairkan ke bank oleh penerima cek.

4. Kesalahan Pencatatan

Penyebab selanjutnya yaitu kesalahan yang mungkin terjadi baik oleh perusahaan maupun dari pihak bank.

Adanya kesalahan dalam mencatat nominal uang terkadang tidak bisa dihindari, baik itu oleh pegawai perusahaan maupun karyawan bank.

5. Beban dan Pendapatan Bank

Kelima adalah Beban bank, terdiri dari beberapa hal seperti biaya administrasi, biaya pelayanan termasuk penulisan cek, dll. Pendapatan bank yaitu berupa bunga bank yang harus dicatat oleh perusahaan.

6. Kredit Bank

Adanya kredit bank seperti deposito atau penagihan oleh bank bisa menyebabkan perbedaan saldo dan catatan antara bank dan perusahaan. Transaksi seperti ini hanya dapat diketahui jika Anda menerima rekening Koran.

7. Cek Kosong / Nor Sufficient Fund

Terakhir adalah cek kosong, terjadi karena bank tidak dapat mencairkan uang saldo perusahaan di bank kurang dan tidak disadari oleh perusahaan sehingga tetap dicatat sebagai pengeluaran cek.

Tujuan, Fungsi dan Manfaat Rekonsiliasi Bank

Mengapa perusahaan Anda wajib melakukan rekonsiliasi bank dalam pembuatan laporan keuangan? Mari cari tahu tujuan dari rekonsiliasi bank berikut ini:

1. Kontrol Keuangan

Dengan adanya rekonsiliasi, perusahaan Anda bisa melakukan kontrol apakah dana yang digunakan sudah melewati batas atau belum.

Dalam hal ini, rekonsiliasi bertujuan untuk mengontrol keuangan perusahaan Anda.

Selain itu, rekonsiliasi juga bisa digunakan sebagai alat kontrol internal terhadap pengelolaan kas untuk mengetahui apakah penggunaan dana sudah optimal.

2. Mengecek Ketelitian Pencatatan

Anda mau laporan keuangan lebih akurat dan sesuai? Dalam rekonsiliasi, perusahaan Anda harus mencocokkan catatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dan catatan dari bank melalui rekening koran.

Dengan pencocokan tersebut, perusahaan Anda bisa mengecek apakah terjadi kekeliruan pencatatan atau tidak.

Apabila ada perbedaan di dalam laporannya, maka dibutuhkan penyesuaian dan segera dilaporkan.

3. Mendeteksi Kecurangan

Rekonsiliasi bank juga bertujuan untuk mendeteksi adanya kecurangan sejak dini.

Kecurangan akuntansi bisa berupa transaksi fiktif, pencatatan yang tidak sesuai serta bentuk kecurangan lainnya di luar kepentingan perusahaan. Bahaya juga, kan?

4. Validasi Informasi

Rekonsiliasi juga bertujuan untuk validasi informasi. Kalau klien perusahaan Anda melakukan pembayaran atas produk tertentu, maka perusahaan Anda bisa melakukan cross check melalui rekonsiliasi.

Selain itu, informasi mengenai piutang usaha juga akan terlihat dari proses ini. Mudah sekali, kan?

5. Memeriksa Selisih Kurs

Anda sering memiliki klien dari luar negeri dengan pembayaran mata uang asing?

Jika perusahaan Anda melakukan transaksi dengan Valuta Asing, maka akan terlihat selisih dari kurs yang digunakan.

Laporan keuangan Anda pasti menjadi lebih jelas berkat adanya rekonsiliasi bank tersebut.

Bentuk Rekonsiliasi Bank

1 Kolom ( Bentuk Laporan / Staffel / Vertikal)

Mengapa bentuk 1 kolom ini disebut bentuk laporan / staffel?

Berdasarkan kamus akuntansi staffel yaitu neraca yang bentuk susunannya berurutan dari atas ke bawah (vertikal) secara berurutan.

Begitu juga dengan bentuk laporan yang tersusun secara urut dari kelompok harta (aktiva) paling atas sampai kelompok utang dan modal paling bawah.

Namun pada rekonsiliasi bank, bagian atas bisa untuk rekonsiliasi saldo kas, sedangkan untuk bagian bawah untuk rekonsiliasi saldo rekening koran.

Berikut contoh bentuknya:

1 Kolom ( Bentuk Laporan Staffel - Vertikal) - rekonsiliasi bank

 

2 Kolom ( Bentuk Akuntansi / Skontro / Horizontal )

Agar Anda tidak bingung dengan penamaan bentuk, Anda perlu memahami juga mengapa disebut bentuk Skontro.

Berdasarkan kamus akuntansi, bentuk skontro berarti menyamping (horizontal) atau dibagi dua yakni sebelah debit dan sebelah kredit.

Pada rekonsiliasi bank sebelah kiri untuk rekonsiliasi saldo kas catatan perusahaan, sedangkan bagian sebelah kanan untuk rekonsiliasi saldo kas rekening koran bank atau sebaliknya.

2 Kolom ( Bentuk Akuntansi - Skontro - Horizontal ) - rekonsiliasi bank

 

4 Kolom ( Bentuk Akuntansi / Skontro )

Apakah Anda sudah memahami perbedaan antara staffel dan skontro? Kami harap sudah ya,

Karena Anda akan sangat mudah mengenali bentuk 4 kolom ini. Tidak ada penjelasan khusus untuk bentuk ini, hanya 4 kolom yang isinya untuk nominal mutasi.

Tidak seperti bentuk 8 kolom nanti, setelah kami mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, bentuk 4 kolom ini hanya ada dalam Skontro.

Untuk lebih jelasnya Anda bisa melihat bentuk 8 kolom setelah contoh 4 kolom ini.

4 Kolom ( Bentuk Akuntansi - Skontro ) - rekonsiliasi bank

 

8 Kolom ( Bentuk Akuntansi / Skontro )

Rekonsiliasi bank berbentuk 8 kolom adalah suatu bentuk penyajian rekonsiliasi bank dengan kolom yang berjumlah 8 untuk nominal mutasi.

Pada bentuk ini, mutasi keuangan dari perusahaan dan bank disajikan secara berdampingan.

Berikut ini adalah contoh rekonsiliasi bank berbentuk 8 kolom:

8 Kolom ( Bentuk Akuntansi - Skontro ) - rekonsiliasi bank

 

8 Kolom ( Bentuk Laporan / Staffel )

Laporan Rekonsiliasi 8 kolom bisa juga ditampilkan dengan menggunakan bentuk laporan atau stafel seperti ini.

Pada bentuk 8 kolom Staffel mutasi rekening koran dari bank disajikan pada bagian atas dan catatan keuangan dari perusahaan bagian bawah.

8 Kolom ( Bentuk Laporan - Staffel ) - rekonsiliasi bank

 

Kesimpulan

Fungsi rekonsiliasi bank adalah menyeimbangkan perbedaan beberapa komponen rekonsiliasi bank yang sering terjadi antara catatan kas dengan laporan bank. Sehingga tidak menimbulkan salah saji dalam laporan keuangan.

Dalam melakukan aktivitas ini, kita dapat menggunakan rekonsiliasi bank 1 kolom, 2 kolom, 4 kolom dan 8 kolom.

 

Banner KaryaOne - Aplikasi Penggajian Karyawan Terbaik

 

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *