Rohs Adalah Kebijakan Mengatur Kandungan Produk Listrik, Seperti Apa Peraturannya?

rohs adalah

Secara sederhana bisa dijelaskan bahwa RoHS adalah suatu kebijakan yang didalamnya mengatur tentang pengurangan kandungan zat-zat berbahaya pada produk-produk listrik dan elektronik yang dilakukan di awal siklus produk. Maksudnya adalah penerapan kebijakan rohs ini dilakukan mulai dari tahap perencanaan design produk.

Nah sekarang jika Anda ada niatan untuk membeli produk-produk listrik maupun elektronik, cobalah amati dengan seksama pada label maupun permukaan produk yang ingin Anda beli tadi. Pastikan jika pada produk listrik atau elektronik yang ingin Anda beli tadi ada keterangan yang menunjukkan RoHS.

Mungkin sebagian orang masih banyak yang bertanya-tanya. Apa sebenarnya maksud dan tujuan dari tanda RoHS yang sering terdapat pada produk-produk listrik dan elekronik tersebut? Atau justru Anda sebaliknya, Anda belum menyadari hal sepenting ini. Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasannya berikut ini.

Sekilas Tentang RoHS

RoHS sendiri sebenarnya kepanjang dari Restriction of Hazardous Substances. Secara lebih mudahnya lagi, pengertian RoHS adalah pelarangan penggunaan bahan berbahaya terntentu pada produk listrik dan elektronik. Nah, sampai sini pastinya Anda sudah memiliki sedikit gambaran tentang RoHS ini.

Dilihat dari sejarahnya, Uni Eropa adalah pihak yang pertama kali menginisiasi hal ini. Tepatnya pada tahun 2002. Dan sejak 1 Juli 2006, semua produk-produk listrik dan elektronik yang dipasarkan di pasar Uni Eropa diharuskan untuk memenuhi persyaratan RoHS.

Artinya keharusan untuk memenuhi semua persyaratan RoHS adalah sebuah dasar terpenting untuk kemajuan pebisnis. Sebab jika sebuah perusahaan ini memasarkan alat-alat listrik atau produk-produk elektroniknya di Uni Eropa, maka persyaratan RoHS harus dipenuhi.

Dan tidak hanya sampai di situ saja, pasalnya kewajiban tersebut juga diberlakukan pada perusahaan yang menjadi penyuplai bahan baku atau bahan penolong, semisal hidrogen peroksida ke perusahaan yang menjual produk yang digunakan oleh alat listrik atau industri elektronik yang produk akhirnya dipasarkan ke Uni Eropa.

Pada dasarnya tujuan RoHS ini sangatlah positif. RoHS sendiri dibuat dalam rangka untuk melindungi lingkungan serta tempat pembuangan akhir dari bahaya bahan kimia tertentu. RoHS juga dimaksudkan juga untuk melindungi keselamatan manusia dari bahaya terkena paparan bahan kimia selama proses produksi hingga proses daur ulang.

Hubungan RoHS Dengan WEEE

Pada dasarnya ada hubungan yang sangat erat antara peraturan RoHS dan WEEE. Hal ini disebabkan WEEE atau Waste of Electrical and Electronic Equipment mengatur tentang pengumpulan, pengolahan, hingga daur ulang semua peralatan listrik dan elektronik. Tujuannya adalah untuk mengurangi limbah dan potensi material berbahaya masuk ke lingkungan.

Sementara itu, peralatan listrik dan Elektronik yang masuk ke dalam pengarahan WEEE antara lain:

  1. Peralatan Rumah Tangga

Peralatan rumah tangga yang dimaksud di sini adalah baik yang berukuran kecil maupun besar. Misalnya saja seperti kulkas, Rice cooker, kipas angin, setrika, blender, dan lain sebagainya.

  1. Peralatan Telekomunikasi dan IT

Beberapa contoh peralatan telekomunikasi dan IT yang dimaksud di sini adalah telephone, handphone, PC, Laptop, modem, tablet, dan lain sebagainya.

  1. Peralatan Konsumer

Yang dimaksud dengan peralatan konsumer di sini antara lain seperti Televisi, Radio, DVD, Amplifier, dan lain sebagainya.

  1. Peralatan Lampu

Dalam hal ini semua peralatan yang berhubungan dengan lampu masuk dalam ketegori, termasuk bola lampu sekalipun.

  1. Mainan, Alat-alat Olahraga, dan Konsol Game

Meskipun minan, alat-alat olahraga, dan konsol game masuk ke dalam pengarahan WEEE, namun untuk peralatan medis/kesehatan dan peralatan atau instrumen kontrol sampai saat ini masih dibebaskan dari peraturan RoHS.

BACA JUGA : Face Shield dengan Standar RoHS yang Aman Digunakan

10 Bahan Kimia Di Dalam Peraturan RoHS

Rohs adalah bagian dari peraturan untuk membatasi penggunaan bahan berbahaya. Ini sudah disinggung sebelumnya. Namun kita perlu memahami apa saja bahan berbahaya yang dimaksud dalam peraturan RoHS.

Berdasarkan RoHS 3 yang dipublikasikan oleh Uni Eropa pada tahun 2015, setidaknya ada 10 bahan kimia yang kadarnya dibatasi di dalam produk-produk listrik dan elektronik. Dan 10 bahan kimia yang dimaksud di atas tadi adalah sebagai berikut:

  1. Lead (Pb)

Lead (PB) pada produk-produk listrik dan elektronik harus lebih kecil dari 1000 ppm.

  1. Marcury (Hg)

Marcury (Hg) pada produk-produk listrik dan elektronik harus lebih kecil dari 100 ppm.

  1. Cadmium (Cd)

Cadmium (Cd) pada produk-produk listrik dan elektronik harus lebih kecil dari 100 ppm.

  1. Hexavalent Chromium (Cr VI)

Hexavalent Chromium (Cr VI) pada produk-produk listrik dan elektronik harus lebih kecil dari 1000 ppm.

  1. Polybrominated Biphenyls (PBB)

Polybrominated Biphenyls (PBB) pada produk-produk listrik dan elektronik harus lebih kecil dari 1000 ppm.

  1. Polybrominated Diphenyl Ethers (PBDE)

Polybrominated Diphenyl Ethers (PBDE) pada produk-produk listrik dan elektronik harus lebih kecil dari 1000 ppm.

  1. Bis (2-Ethylhexyl) phthlate (DEHP)

Bis (2-Ethylhexyl) phthlate (DEHP) pada produk-produk listrik dan elektronik harus lebih kecil dari 1000 ppm.

  1. Benzyl butyl phthalate (BBP)

Benzyl butyl phthalate (BBP) pada produk-produk listrik dan elektronik harus lebih kecil dari 1000 ppm.

  1. Dibutyl phthalate (DBP)

Dibutyl phthalate (DBP) pada produk-produk listrik dan elektronik harus lebih kecil dari 1000 ppm.

  1. Diisobutyl phthalate (DIBP)

Diisobutyl phthalate (DIBP) pada produk-produk listrik dan elektronik harus lebih kecil dari 1000 ppm.

Bukti Produk RoHS Compliant

Dari ulasan di atas, sangat jelas dikatakan jika produk-produk listrik dan elektronik baru bisa dipasarkan ke negara-negara yang ada di Uni Eropa jika sudah RoHS Compliant. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana cara membuktikannya?

Pemenuhan terhadap standar RoHS adalah sebuah keharusan, dan harus bisa dibuktikan dengan sebuah sertifikat RoHS. Artinya dengan memiliki sertifikat RoHS, secara otomatis produk listrik atau elektronik yang Anda hasilkan sudah RoHS Complaint.

Sertifikat RoHS inilah yang nantinya diminta oleh para calon konsumen sebagai bukti bahwa produk yang akan dibeli sudah RoHS Compliant. Yang menjadi pertanyaannya kemudian adalah bagaiman cara mengurus sertifikat RoHS ini?

Untuk mendapatkan sertifikat RoHS, setidaknya ada empat tahapan yang harus Anda lalui. Dan keempat tahapan tersebut adalah:

  1. Document Review

Tahap pertama ini meliputi review terhadap daftar meterial yang digunakan, assembly drawing atau gambar perakitan, test report, penjelasan setiap komponen, hingga produk yang digunakan.

  1. Audit

Audit ini merupakan proses pelaksanaan inspeksi terhadap proses produksi untuk pemenuhan persyaratan RoHS.

  1. Testing

Pada tahap ketiga ini dilakukan pengecekan terhadap bahan kimia yang termasuk ke dalam RoHS.

  1. Certification

Sertifikat RoHS secara otomatis akan langsung diterbitkan setelah perusahaan tersebut dinyatakan lulus audit.

Pada saat produk yang Anda hasilkan kebetulan mengandung kesepuluh bahan kimia di atas, tapi dengan kadar yang lebih rendah dari batas maksimalnya, maka produk Anda bisa dikatakan RoHS Complaint. Atau dalam istilah lain yang juga sering digunakan untuk menunjukkan pemenuhan standar RoHS adalah RoHS Free.

Referensi : The RoHS Directive

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *