Cara Menghitung ROI dari Sistem Payroll Anda

Back to Blog
roi-dari-sistem-payroll

Return on investment (ROI) adalah sebuah rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian investasi suatu bisnis, yakni dengan cara membandingkan laba bersih terhadap biaya pengeluaran.

Nah, di kebanyakan bisnis, pengeluaran tersebut umumnya didominasi oleh payroll atau penggajian karyawan.
Itulah mengapa sangat penting bagi Anda untuk memiliki sistem payroll yang baik sehingga Anda dapat menghitung ROI setepat mungkin.

banner payroll karyaone

Pastikan sistem payroll sudah akurat

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk menghitung ROI dari sistem payroll adalah dengan memastikan bahwa sistem payroll tersebut sudah akurat dalam melakukan penghitungan.

Pasalnya, ketepatan penghitungan ROI sangat dipengaruhi oleh jumlah gaji karyawan, timesheet, pemberian upah lembur, bonus karyawan, bahkan hingga pemotongan pajak (jika ada).

Untuk memastikan bahwa sistem payroll di perusahaan sudah akurat, cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan software HR khusus yang memang fokus mengelola payroll.

Idealnya, software HR seperti ini tak hanya mampu membantu menghitung payroll secara otomatis, tetapi juga dapat menyimpan berbagai data penting karyawan seperti kehadiran dan cuti. Tidak hanya akurat, sistem payroll ini pun akan menghemat waktu serta energi Anda.

Keseluruhan biaya untuk proses payroll

Menghitung ROI juga mengharuskan Anda untuk mengetahui segala jenis biaya yang bisnis Anda keluarkan. Anda harus memasukkan biaya-biaya tersebut pada penghitungan ROI agar hasilnya akurat.

Bahkan jika Anda sudah menggunakan software sistem payroll, Anda juga harus mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan untuk membayar langganan software tersebut.

Ada beberapa software HR yang menerapkan pricing berdasarkan jumlah karyawan, ada pula yang berdasarkan kontrak waktu pemakaian. Apa pun itu, jangan lupa untuk menyertakan biaya pemakaian sistem payroll dalam menghitung ROI bisnis Anda.

Rumus menghitung ROI

Seperti yang disebutkan sebelumnya, umumnya ROI dihitung dengan cara membandingkan laba bersih terhadap biaya. Rumus yang paling banyak dipakai adalah:

ROI = (Total penjualan – investasi) : investasi x 100%

Katakanlah Anda mengeluarkan uang sebesar Rp20 juta untuk investasi, lalu bisnis Anda menghasilkan penjualan hingga Rp25 juta. Dengan kata lain, Anda berhasil memperoleh laba sebanyak Rp5 juta.

Jadi, persentase ROI Anda adalah:
ROI = (Rp25 juta – Rp20 juta) : Rp20 juta x 100% = 25%
Jadi, dapat disimpulkan bahwa tingkat ROI bisnis Anda adalah sebesar 25%. Ingatlah untuk selalu menyertakan setiap biaya yang Anda keluarkan dalam menghitung ROI agar bisa mendapatkan hasil seakurat mungkin.

Rutin menyusun reporting

Meski terdengar sepele, bagian satu ini sebetulnya tak kalah penting dari langkah-langkah lainnya. Setelah mengetahui tingkat ROI, jangan mendiamkan datanya begitu saja.

Idealnya, Anda dianjurkan untuk melakukan penghitungan ROI secara rutin, misalnya per kuarter atau mungkin justru sebulan sekali. Anda bisa menyesuaikannya sesuai kondisi dan kebutuhan bisnis Anda.

Nah, setelah menghitung tingkat ROI, buatlah laporan menyeluruh terkait penghitungan tersebut, misalnya seperti detail mengenai biaya pengeluaran, sumber pemasukan, dan sebagainya.

Lalu, bandingkan laporan ini dengan laporan yang Anda buat pada penghitungan ROI sebelumnya. Cari tahu apakah ROI Anda mengalami peningkatan atau justru penurunan. Lakukan analisis untuk membantu Anda menyusun langkah-langkah selanjutnya terkait peningkatan ROI.

Penghitungan ROI memang dapat membantu Anda mengetahui tingkat profit bisnis Anda. Namun, lebih dari itu, ROI juga bisa menjadi dasar bagi Anda untuk mengambil berbagai keputusan penting terkait bisnis.

Mengingat payroll yang umumnya mendominasi pengeluaran bisnis, pastikan Anda memiliki sistem payroll yang praktis sehingga penghitungan ROI bisa akurat.

Dalam mengelola sumber daya manusia, biasanya perusahaan menghadapi dua tantangan, yaitu tantangan administratif dan tantangan strategik. Tantangan administratif meliputi perilaku kehadiran karyawan, ketetapan waktu kehadiran, ketepatan waktu bekerja, durasi lamanya waktu bekerja, administrasi cuti, izin, dan penggajian.

Sementara itu, tantangan strategik meliputi rekrutmen, employee retention, penilaian kinerja, pengembangan SDM, penyusunan jenjang karir, penyusunan tingkat kompensasi dan tunjangan dan sebagainya.

Untuk melakukan kegiatan-kegiatan terkait kebutuhan pengelolaan SDM administratif dan strategik, perusahaan diharapkan bisa melakukannya tidak hanya secara rapi dan akurat namun juga cepat, efektif dan efisien.

Kondisi ideal seperti itu tentu hanya dapat dicapai jika perusahaan menggunakan  aplikasi HRIS berbasis cloud seperti KaryaONE.

Coba sekarang aplikasi KaryaOne gratis satu bulan untuk 10 karyawan, atau undang kami untuk demo di perusahaan Anda.

Sumber : How to Calculate the ROI of Your Payroll System

banner_karyaone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog