5 Keuntungan dan Kerugian Rotasi Pekerjaan

Back to Blog
rotasi pekerjaan

Beberapa karyawan yang masih merupakan generasi millennial tentunya memiliki suatu perbedaan dengan generasi terdahulunya. Mereka menginginkan lebih banyak kesempatan untuk belajar, berkembang dan meningkatkan karir mereka.

Bagi seorang Manajer HRD tentu saja hal ini berkaitan dengan kebijakan perusahaan yang mana harus diperhatikan kembali agar karyawan yang ingin berkembang tidak harus pindah kerja untuk mendapatkan hal itu.

Dalam konteks ini, perusahaan bisa menerapkan strategi yang berguna seperti melakukan rotasi pekerjaan.

banner_karyaone

Apa itu Rotasi Pekerjaan?

Rotasi pekerjaan adalah strategi di mana pekerjaan karyawan akan ditukar, namun masih dalam perusahaan atau divisi yang sama. Karyawan akan diserahkan tugas baru dalam jangka waktu tertentu sebelum kembali ke posisi awal mereka.

Dengan sistem ini, karyawan akan mendapatkan pengalaman dan keterampilan dengan mengambil tanggung jawab baru. Rotasi pekerjaan dimaksudkan untuk meningkatkan fleksibilitas, keterlibatan dan retensi karyawan.

Jika ingin program rotasi pekerjaan Anda sukses, lakukan beberapa hal berikut:

  • Tetapkan tujuan yang ingin dicapai
  • Buat desain program rotasi pekerjaan, seperti karyawan mana saja yang akan diputar ke posisi mana saja
  • Analisis program dengan melihat bagaimana karyawan akan diuntungkan dengan program ini

Keuntungan dan Kerugian Rotasi Pekerjaan

Ada banyak alasan mengapa strategi ini jalankan oleh perusahaan. Sebelum menerapkannya, pelajari dulu beberapa keuntungan dan kerugian melakukan rotasi pekerjaan:

Keuntungan

1. Menghilangkan Rasa Bosan

Menurut data penelitian, hanya 32% karyawan yang betul-betul terlibat dengan pekerjaan yang dilakukannya. Ini berarti, 68% karyawan lain hanya bekerja seadanya saja, yang penting pekerjaan mereka selesai. Tipe karyawan ini akan cenderung mengundurkan diri karena ingin memiliki pekerjaan yang lebih baik dan menantang.

Memberikan karyawan tanggung jawab baru tidak akan menyelesaikan semua masalah, namun dapat membantu karyawan untuk lebih terikat dan mengatasi kebosanan mereka.

Baca juga:  7 Tips Cerdas Mempersiapkan Diri di Hari Pertama Bekerja

2. Mendorong Perkembangan

Mengadakan program ini akan membantu karyawan untuk mengembangkan keterampilan mereka. Dengan mempelajari lebih banyak keterampilan, karyawan akan merasa lebih berharga bagi bisnis Anda.

Karyawan yang bekerja dengan dorongan positif demi kepentingan mereka enggan untuk resign.

3. Memberi Kesempatan Waktu Jeda dari Tugas Berat

Banyak industri yang menggunakan strategi ini, khususnya mereka yang membutuhkan tenaga kerja untuk melakukan “tugas berat”, seperti buruh misalnya. Karyawan yang bekerja terlalu berat atau keras secara terus-menerus sangat terbantu dengan adanya strategi ini.

Dengan merotasi pekerjaan mereka, berarti Anda membantu mengurangi risiko kelelahan. Misalnya karyawan di bagian gudang yang biasa harus mengangkut barang atau paket dirotasi untuk mengerjakan dokumen pengiriman.

4. Membantu Perusahaan Mengidentifikasi Posisi Terbaik Bagi Karyawan

Program ini juga bisa membantu perusahaan dalam mengidentifikasi pada divisi atau bagian mana karyawan bisa bekerja secara maksimal. Dengan kata lain, perusahaan juga bisa melihat kekuatan dan kelemahan karyawan.

Bisnis yang berjalan dengan efektif tentu saja harus memiliki karyawan yang tepat di posisi yang tepat.

5. Memberi Perusahaan Rencana Cadangan Jika Karyawan Resign

Dengan melakukan strategi perputaran pekerjaan ini, Anda memiliki sejumlah karyawan yang tahu bagaimana mengerjakan pekerjaan lainnya. Dengan demikian, jika ada seorang karyawan yang resign, Anda bisa meminta karyawan lain untuk menggantikan tugasnya sementara.

Anda juga tidak perlu terburu-buru untuk merekrut karyawan baru. Melainkan gunakan waktu yang ada untuk menemukan karyawan baru yang benar-benar sesuai.

Kerugian

1. Membutuhkan Biaya dan Waktu

Ketika akan memutar pekerjaan karyawan ke posisi baru, tentu saja harus ada penyesuaian dan proses pembelajaran bagi mereka. Perusahaan harus memberikan pelatihan agar karyawan bisa melakukan pekerjaan baru mereka, dan tentu saja hal ini membutuhkan biaya dan waktu.

Baca juga:  Keuntungan dan Kerugian Jam Kerja Fleksibel

2. Dapat Mengecewakan Karyawan

Banyak karyawan yang sudah berada di zona nyaman mereka sehingga tidak ingin terlibat dalam program ini. Mereka khawatir merotasi pekerjaan malah akan membuat orang lain mengacaukan pekerjaan mereka.

Anda mungkin memiliki beberapa karyawan yang berprestasi dalam pekerjaan mereka tapi tidak mau belajar hal baru. Anda juga bisa melihat ada saja karyawan yang malah stress karena tidak nyaman dengan ide merotasi pekerjaan mereka.

3. Belum Tentu Dapat Mengatasi Masalah

Merotasi pekerjaan karyawan tidak menjamin peningkatan engagement karyawan, sehingga pikirkan dengan matang sebelum melakukannya. Walaupun cara ini efektif dilakukan oleh perusahaan lain, bisa jadi ternyata perusahaan Anda harus melakukan pendekatan lain.

Pikirkan akar masalah yang dihadapi karyawan terlebih dulu sebelum memilih cara penyelesaian masalah yang efektif.

4. Bisa Jadi Tidak Cocok dengan Perusahaan Anda

Untuk beberapa industri dan posisi, merotasi pekerjaan tidak bisa dilakukan. Terlebih bagi posisi yang membutuhkan keahlian khusus yang membutuhkan waktu lama untuk memplajarinya. Seperti insinyur, desainer, akuntan dan lainnya.

Jika Anda tetap memaksakannya, maka program ini bisa saja menjadi lubang hitam bagi bisnis Anda sendiri.

5. Kemungkinan Bisnis Anda Malah Jatuh

Risiko paling bahaya dari perputaran pekerjaan ini adalah bisnis Anda yang bisa jadi jatuh. Mengapa?

Dalam hal ini karyawan diharuskan mempelajari skill baru dan bisa terjadi eror. Klien juga bisa jadi frustrasi dengan karyawan yang bingung karena kesalahan mereka sendiri. Bisnis yang tak berjalan lancar inilah yang bisa membuat bisnis terjatuh.

Sumber:
PatrioitSoftware: 5 Advantages and Disadvantages of a Job Rotation Program

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog