Beberapa Komponen Penting dalam SOP HRD yang Perlu Diperhatikan

Back to Pos

Bagi sebuah perusahaan, Standard Operating Procedures (SOP) adalah hal yang sangat penting.

Terutama bagi divisi sumber daya manusia atau HRD, adanya SOP dapat berpengaruh bagi kinerja karyawan dan dampak yang lebih luas adalah mempengaruhi pencapaian maupun kinerja perusahaan.

Oleh karena itulah, sebagai seorang petinggi perusahaan atau orang yang berada di divisi HRD, penting bagi Anda untuk memperhatikan komponen penting dalam pembuatan SOP HRD. Apa sajakah? Simak ulasannya berikut ini.

banner_karyaone

Menyusun rencana kerja bagi karyawan

Komponen penting pertama yang harus Anda perhatikan dalam pembuatan SOP HRD adalah menyusun rencana kerja dalam jangka waktu tertentu.

Tulislah apa yang akan menjadi tujuan perusahaan kedepannya, terkait strategi maupun kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk mencapai target perusahaan yang ditetapkan.

Dalam menyusun rencana kerja karyawan ini, Anda perlu melakukan meeting internal antara petinggi perusahaan dan divisi HRD, maupun divisi terkait lainnya seperti pemasaran dan keuangan semisalnya.

Dari situ Anda juga bisa membentuk tim maupun merekrut jasa konsultan untuk merumuskan rencana kerja yang tepat bagi masing-masing individu maupun karyawan.

Prosedur harus jelas

Setelah merancang susunan rencana kerja komponen, yang perlu diperhatikan berikutnya adalah prosedur atau biasa dikenal dengan alur kerja (flow chart).

Alur kerja ini dibuat dengan narasi yang benar-benar sesuai dengan urutan yang berlaku bagi proses bisnis di perusahaan Anda. Langkah ini dibuat untuk memudahkan menjalankan rencana kerja bagi karyawan.

Di sini divisi HRD perlu untuk menuliskan nama person in charge (PIC) dari tiap aktivitas, proyek, dan mengenai dokumen penting yang diperlukan oleh perusahaan. Tuliskan pula dalam flow chart mengenai durasi dari aktivitas yang akan dijalankan.

Penyusunan keuntungan dan bonus bagi karyawan

Dalam sebuah perusahaan, menentukan pembagian bonus dan keuntungan bagi karyawan terbaik haruslah objektif. Hal ini haruslah sesuai dengan kebijakan perusahaan dan sebaiknya jangan menggunakan parameter pribadi.

Semisalnya saja si A pantas mendapatkan bonus karena telah mencapai target yang ditetapkan, bukan karena faktor kedekatan dengan atasan dan penilaian pribadi lainnya.

Pemberian bonus yang tertulis dalam SOP HRD bagi karyawan tidak hanya dalam bentuk uang, Anda bisa memberikannya dalam bentuk lain.

Contohnya adalah pemberian asuransi kesehatan, kendaraan untuk operasional, dan sebagainya.

Masalah perekrutan dan kontrak kerja

Salah satu fungsi dari divisi HRD adalah melakukan perekrutan dan mengevaluasi hingga pemberhentian karyawan. Mengapa SOP HRD ini sangat penting dalam hal satu ini?

Karena selain memiliki patokan yang jelas dalam perekrutan karyawan terbaik, juga bisa menjadi pedoman bagi perusahaan untuk tetap menjaga kredibilitas dan tidak melanggar peraturan dan perundang-undangan ketenagakerjaan.

Begitu pula dengan masalah kontrak kerja karyawan hingga bagaimana prosedur pemutusan kerja bagi karyawan yang melanggar ketentuan perusahaan.

Di sinilah SOP HRD harus ditulis dan dibuat secara rinci. Contohnya dalam menentukan bonus dan gaji karyawan, tahapan wawancara, dan sebagainya yang berkaitan dengan proses perekrutan karyawan maupun proses pemutusan kontrak kerja.

Mensimulasikan SOP yang sudah dibuat

Langkah terakhir dalam menyusun sebuah SOP untuk HRD di perusahaan Anda adalah mensimulasikan apa yang sudah dibuat.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif SOP yang sudah dibuat tersebut. Apabila dalam proses simulasi ini terdapat masalah atau dirasa tidak sesuai, maka masih ada kesempatan bagi Anda dan tim untuk melakukan evaluasi ulang.

Tidak ada salahnya pula bagi Anda melakukan evaluasi dan review secara terus menerus untuk mendapatkan hasil terbaik. Atau untuk menunjang dalam simulasi, Anda juga bisa menerapkan penggunaan software HR terbaik yang ada.

Dengan adanya software tersebut, maka akan memudahkan dalam melakukan evaluasi dan meminimalisir risiko kesalahan yang lebih besar.

Bagaimana, sudahkah Anda menyiapkan SOP HRD untuk perusahaan di tahun ini? Semoga ulasan di atas bermanfaat sebagai panduan penyusunan SOP HRD di perusahaan Anda.

Sumber : smallbusiness.chron.com

KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Pos