SSE Pajak: Panduan Lengkap Cara Daftar dan Bayar Pajak Online Dengan Surat Setoran Elektronik (SSE) Pajak

Back to Blog

SSE (Surat Setoran Elektronik) adalah Pajak – Pembayaran pajak wajib dilakukan oleh semua warga negara. Dulunya, pembayaran pajak bisa melalui SSP (Surat Setoran Pajak). Namun, aturan ini sudah berubah sejak tanggal 1 Januari 2016. SSP menjadi SSE atau Surat Setoran Elektronik.

Setoran pajak kini bisa dilakukan secara online dan diadministrasikan oleh biller Direktorat Jenderal Pajak dengan menerbitkan billing system.

banner payroll karyaone

Sejarah Perkembangan Pembayaran Pajak

Cara pembayaran pajak telah mengalami beberapa perubahan. Berikut ini proses perubahan pembayaran pajak dari masa ke masa :

  • Tahap pertama, pembayaran langsung ke Kantor Kas Negara
  • Tahap kedua, pembayaran melalui bank. Pada tahap ini muncul istilah bank persepsi. Pembayaran yang dilakukan masih bersifat offline
  • Tahap ketiga, revolusi perbankan. Pembayaran menggunakan website dan online banking system.
  • Tahap keempat, menggunakan Modul Penerimaan Negara (MPN) yang tercantum dalam Undang-undang Keuangan Negara dan Undang-undang Perbendaharaan

Mengenal Perkembangan SSE Pajak

Dari berbagai perkembangan yang telah dialami oleh SSE Pajak, saat ini Direktorat Jenderal Pajak telah menyediakan beberapa aplikasi untuk membuat kode ID Billing yaitu :

a) SSE pajak 1

SSE pajak 1 ini menyediakan aplikasi surat setoran elektronik pajak (e-Billing) versi pertama.

b) SSE pajak 2

SSE pajak 2 menyediakan sistem pembayaran pajak e-Billing versi yang terintegrasi dengan aplikasi DJP Online

c) SSE pajak 3

Dari beberapa jenis SSE pajak, SSE pajak 3 merupakan versi alternatif. Dikatakan sebagai alternatif karena layanan SSE pajak 3 dibuat sebagai backup jika layanan e-Billing SSE pajak 1 dan SSE pajak 2 mengalami “error”.

Menurut penjelasan Ditjen Pajak, ketiga alamat URL di atas masih dapat digunakan untuk membuat kode Billing untuk pembayaran pajak.

Perlu juga Anda ketahui, dalam SSE pajak 3 juga terdapat penambahan yakni Anda dapat membuat kode ID Billing bagi NPWP pihak lain dan tanpa NPWP.

Saluran /Aplikasi e-Billing Pajak yang Menjadi Mitra Resmi DJP

Selain oleh sistem billing DJP, yaitu aplikasi SSE pajak online, kode billing tersebut dapat dibuat melalui aplikasi-aplikasi resmi lainnya yang bermitra dengan DJP. Contohnya:

  1. Melalui Kring Pajak, yaitu di saluran telepon 1 500 200
  2. Penerbitan secara jabatan (official-service) oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam hal terbit surat ketetapan pajak, Surat Tagihan Pajak, SPPT PBB, STP PBB, atau SKP PBB yang mengakibatkan kurang bayar
  3. Melalui aplikasi WhatsApp dan SMS pada KPP domisili Anda
  4. Melalui layanan mandiri di kantor Pos atau bank persepsi melalui asistensi petugas bank atau kantor Pos

Istilah-Istilah dalam e-Billing Pajak

  1. Billing System adalah metode pembayaran elektronik dengan menggunakan Kode Billing.
  2. Biller adalah unit Eselon I Kementerian Keuangan yang diberi tugas dan kewenangan untuk mengelola sistem billing dan menerbitkan kode billing.
  3. Sistem billing adalah sistem informasi yang dikelola oleh masing-masing biller dalam rangka pengadministrasian sistem Penerimaan Negara secara elektronik.
  4. Kode billing adalah kode identifikasi yang diterbitkan melalui sistem billing atas suatu jenis pembayaran atau setoran yang akan dilakukan wajib pajak.
  5. Aplikasi billing Direktorat Jenderal Pajak yang selanjutnya disebut aplikasi billing DJP adalah aplikasi berbasis web bagi Wajib Pajak untuk menerbitkan Kode Billing. Aplikasi ini merupakan bagian dari sistem billing Direktorat Jenderal Pajak
  6. Bank persepsi dan kantor pos persepsi yang selanjutnya disebut bank/kantor pos persepsi adalah penyedia layanan penerimaan setoran penerimaan negara sebagai collecting agent menggunakan surat setoran elektronik.
  7. Electronic Data Capture (EDC) adalah alat yang dipergunakan untuk transaksi kartu debit/kredit yang terhubung secara online dengan sistem/jaringan bank persepsi.
  8. Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) adalah nomor tanda bukti pembayaran/penyetoran ke kas negara, yang tertera pada Bukti Penerimaan Negara, dan diterbitkan oleh sistem settlement yang dikelola Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.
  9. Nomor Transaksi Bank (NTB) adalah nomor bukti transaksi penyetoran penerimaan negara yang diterbitkan oleh bank persepsi.
  10. Nomor Transaksi Pos (NTP) adalah nomor bukti transaksi penyetoran penerimaan Negara yang diterbitkan oleh pos persepsi.
  11. Bukti Penerimaan Negara (BPN) adalah dokumen yang diterbitkan oleh bank/kantor pos persepsi atas transaksi penerimaan negara dengan teraan NTPN dan NTB/NTP sebagai sarana administrasi lain yang kedudukannya disamakan dengan surat setoran.
  12. Surat Setoran Pajak (SSP) adalah bukti bayar/setor dalam bentuk formulir yang diisi saat akan melakukan penyetoran pajak di tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. Semenjak perilisan MPN G2 (Modul Penerimaan Negara Generasi ke-2) penyetoran pajak menggunakan sistem SSE Pajak, sehingga Wajib Pajak tidak perlu lagi membuat SSP secara manual.
  13. Surat Setoran Pajak Pajak Bumi dan Bangunan (SSP PBB) adalah surat setoran atas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan dari wajib pajak ke bank/kantor pos persepsi.
  14. Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) adalah surat yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk memberitahukan besarnya PBB yang terutang kepada wajib pajak.
  15. Surat Ketetapan Pajak Pajak Bumi dan Bangunan (SKP PBB) adalah Surat Ketetapan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994.

Manfaat dan Keuntungan Menggunakan SSE Pajak

Adanya SSE Pajak akan meningkatkan ketertiban Wajib Pajak.

Sistem pembayaran pajak secara online ini akan memudahkan Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.

SSE Pajak dapat memberikan manfaat seperti membayar pajak dari mana saja, kapan saja, hemat waktu serta tenaga. Datanya pun sangat akurat. Anda tidak perlu antri di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) berjam-jam.

SSE Pajak dapat membuat pekerjaan Anda menjadi lebih mudah.

#1 Bayar Pajak Lebih Fleksibel
Di tengah kesibukan Anda sebagai Pengusaha Wajib Pajak, kini Anda dapat membayar pajak di mana saja dan kapan saja.

Anda dapat menyetor kewajiban perpajakan Anda tanpa harus datang untuk mengantri di Kantor Pajak.

Dengan mengunjungi website sse.pajak.go.id, Anda bisa membayar pajak dengan mudah. Anda juga dapat melakukan transaksi pembayaran pajak online via ATM atau internet banking/mobile banking dengan hanya memasukkan kode E-Billing yang Anda dapatkan.

#2 Prosesnya Menghemat Waktu dan Tenaga
Transaksi pembayaran pajak dengan menggunakan SSE hanya dilakukan dalam hitungan menit saja bahkan hitungan detik.

Hadirnya SSE dapat membantu Anda menghemat waktu lebih banyak karena tidak menghabiskan waktu dan tenaga di jalan menuju bank maupun kantor pajak.

Selain itu, proses pembayaran pajak dengan menggunakan ATM atau internet banking/mobile banking dapat menghemat waktu dan tenaga Anda, karena prosesnya dapat dilakukan tanpa harus menunggu jam operasional bank.

#3 Sistem yang Lebih Akurat Mengurangi Kesalahan
SSE dapat memudahkan Anda dalam membayar pajak secara akurat dan meminimalisasi kesalahan input Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS), seperti yang sering terjadi pada pembayaran pajak secara manual.

Sistem akan mengarahkan Anda untuk mengisi formulir SSE Pajak dengan benar dan tepat.

Menggunakan SSE pajak jelas lebih memudahkan wajib pajak. Pasalnya, dengan menggunakan SSE pajak, wajib pajak tak perlu lagi datang dan antre di KPP untuk mendapatkan ID billing, karena SSE pajak bisa diakses kapanpun dan di mana pun.

Cara Daftar SSE pajak

Para wajib pajak, baik pribadi maupun badan usaha, terlebih dahulu harus melakukan registrasi. Anda tidak perlu datang ke Kantor Pelayanan Pajak, bisa langsung akses ke sse.pajak.go.id. Ada dua versi cara daftar SSE pajak:

Versi 1

Saat mengakses sse.pajak.go.id, maka ada tampilan apakah Anda mau menggunakan SSE versi 1 atau versi 2. Saat Anda memilih versi 1, klik pilihan “Daftar Baru”.

Selanjutnya isikan nomor NPWP, nama lengkap Anda, alamat email, dan kode yang muncul. Pilih “Register” dan lakukan aktivasi dengan membuka email yang tadi Anda daftarkan.

Selesai aktivasi, Anda bisa kembali masuk pada halaman pertama dengan memasukkan nomor NPWP dan password yang dibuat.

Lengkapi kolom bagian jenis pajak, jenis setoran, tahun pajak, masa pajak, dan jumlah yang akan dibayarkan. Kolom isian No. SK hanya diisi saat Anda akan membayar tagihan pajak.

Versi 2

Saat masuk ke laman awal sse.pajak.go.id dan memilih SSE versi 2, registrasikan diri Anda dengan klik pilihan “Belum punya akun?” Selanjutnya isikan dengan benar NPWP, nama lengkap sesuai NPWP, email, serta pin untuk password. Input kode keamanan dan pilih “Daftar”.

Selesai dengan tahap tersebut, Anda bisa log in lagi dengan nomor pin. Selanjutnya, pilih kotak warna hijau dengan tulisan “Isi SSE”.

Isilah lengkap bagian jenis setoran, jenis pajak, jumlah yang disetorkan, tahun pajak, dan masa pajak. Setelah itu, pilih “Simpan” dan cetak kode billing yang sudah dibuat.

Versi 3

  1. Ketika Anda ingin mendaftar dengan menggunakan versi SSE Pajak 3, silakan masuk ke laman https://sse3.pajak.go.id. Anda akan menemukan tampilan website seperti di bawah ini
  2. Bagi Anda yang belum memiliki akun SSE Pajak 3, klik “Belum punya akun”. Masukkan 15 digit nomor NPWP, nama, alamat email, PIN 6 digit angka dan kode keamanan/captcha, lalu klik “daftar”.
  3. Periksa email masuk Anda, untuk mengaktifkan link aktivasi akun dari ebilling@pajak.go.id
  4. Proses pendaftaran menggunakan aplikasi SSE Pajak 3 selesai. Anda sudah bisa menggunakan akun tersebut untuk membuat kode billing.

Cara Bayar Pajak Online dengan SSE Pajak

Pembayaran pajak dengan SSE pada intinya adalah membuat ID billing dan bayar online. Pertama, Anda harus mendaftarkan e-billing dahulu, kemudian membuat ID billing, dan yang terakhir menggunakan ID billing tersebut untuk membayar pajak di bank.

Selesai membayar, pastikan Anda mendapat NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) sebagai bukti pembayaran.

Cara pembuatan ID billing bisa dilakukan dengan tujuh cara:

  • Melalui penyedia jasa aplikasi yang sudah disahkan DJP
  • Melalui SSE versi 2 pada DJP online
  • Melalui teller bank tertentu; BCA, BNI, BRI, Mandiri, Citibank, dan Kantor Pos Indonesia
  • Melalui SMS ID billing *141*500# khusus pelanggan Telkomsel
  • Melalui layanan ID billing di KPP/KP3KP
  • Melalui internet banking
  • Melalui kring pajak 1 500 200 khusus untuk wajib pajak pribadi

Untuk bayar pajak setelah memiliki ID billing, bisa dilakukan dengan:

  • Fitur bayar pajak di online pajak bagi nasabah BNI dan CIMB Niaga
  • Teller bank atau Kantor Pos Indonesia
  • ATM
  • Internet banking
  • Mobile banking
  • Agen branchless banking

Kendala yang Umum Terjadi pada SSE Pajak

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan wajib pajak tidak bisa mengakses aplikasi surat setoran elektronik dengan pemberitahuan bahwa SSE pajak error atau SSE pajak tidak bisa login.

Berikut ini adalah sebab-sebab SSE pajak error atau SSE pajak tidak bisa login:

1. Penyumbatan Server

Lalu lintas akses server DJP yang padat menjelang tenggat setor pajak dapat menyebabkan penyumbatan server dalam menerbitkan ID billing atau karena server sedang down (tidak bisa diakses) sehingga SSE pajak error atau SSE pajak tidak bisa login.

2. Salah Input NPWP

Salah input Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP juga dapat menyebabkan SSE pajak error atau SSE pajak tidak bisa login sehingga tidak bisa menerbitkan ID billing.

3. Jenis KAP dan KJS Tidak Terdaftar di DJP

Penyebab lainnya adalah salah input Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) akan mengakibatkan tidak terbitnya ID billing.

4. Nomor Surat Keputusan (SK) Tidak Sesuai

Wajib pajak yang dikenai denda karena terlambat biasanya dikirimi sebuah Surat Keputusan (SK) oleh DJP. Bila wajib pajak salah memasukkan nomor SK ini, maka sistem SSE pajak tidak dapat menerbitkan ID billing.

5. Nomor Objek Pajak (NOP) Tidak Sesuai

Bila Nomor Objek Pajak (NOP) yang dimasukkan juga tidak sesuai dengan yang terdaftar di DJP, maka akan jadi penyebab gagalnya penerbitan ID billing.

Solusi untuk Beberapa Kendala / Error yang Terjadi pada SSE Pajak

Tidak bisa Login SSE Pajak

Bila Anda ingin membuat ID billing dan terjadi SSE pajak error atau SSE pajak tidak bisa login, maka coba lakukan hal-hal berikut ini untuk mengatasinya:

  • Periksa dan Masukkan Kembali Data yang Benar
    Coba periksa kembali data yang Anda masukkan seperti NPWP, KAP, KJS, nomor Surat Keputusan (bila akan membayar denda), Nomor Objek Pajak (bila ada). Kemudian masukkan kembali data yang benar dan coba buat ID billing baru.
  • Buat Ulang ID Billing
    Bila server DJP down, maka coba akses kembali SSE pajak setelah beberapa saat dan buat ulang ID billing.

Tidak Bisa Registrasi SSE Pajak

Ketika user hendak melakukan registrasi, terkadang muncul notifikasi “User ID sudah ada”, yang berarti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang diinput user sudah pernah digunakan.

  • Solusinya adalah segera login dengan NPWP yang sudah terdaftar. Kalaupun user lupa PIN yang sudah dibuat, cukup klik “Forgot Password” untuk membuat PIN yang baru.
  • Jika user merasa belum pernah mendaftar, namun notifikasi “User ID sudah ada” muncul, maka yang harus dilakukan adalah mengubah data pendaftaran.
    Caranya, user harus melapor ke KPP atau menghubungi call center Kring Pajak.

Email Aktivasi Tidak Diterima

Ketika sudah melakukan registrasi di SSE pajak, terkadang user tidak menerima email link aktivasi. Kemungkinan besar hal disebabkan karena email link aktivasi SSE pajak masuk ke folder spam.

  • Jadi, yang perlu dilakukan user adalah memeriksa spam mail.
  • Jika ternyata pada spam email tidak ditemukan link aktivasi, maka sebaiknya user segera menghubungi call center Kring Pajak untuk meminta pengiriman ulang link aktivasi.
    Jika hingga tiga hari kerja link aktivasi belum juga muncul, maka sebaiknya melakukan registrasi ulang.

Saat Aktivasi SSE Pajak, Muncul Notifikasi “Data Tidak Ditemukan”

Munculnya notifikasi “data tidak ditemukan” saat user melakukan aktivasi SSE pajak disebabkan karena user mengklik link aktivasi lebih dari sekali.

  • Solusinya adalah login ke SSE pajak dengan NPWP sebagai User ID dan PIN yang dikirimkan melalui email yang sama dengan email aktivasi.

Terkendala daftar SSE Pajak? Laporkan saja ke Kring Pajak 1500 200

Jika Anda menghadapi permasalahan-permasalahan di atas ketika hendak melakukan pendaftaran, laporkan saja ke Kring Pajak. Layanan yang disediakan DJP ini ditujukan buat menjawab pertanyaan-pertanyaan ataupun keluhan-keluhan dari para Wajib Pajak.

Ada beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk menghubungi Kring Pajak.

  • Hubungi langsung Kring Pajak di nomor 1500 200.
  • Sampaikan pertanyaan atau keluhan di akun Twitter @kring_pajak
  • Kirim pertanyaan atau keluhan di email: informasi@pajak.go.id atau pengaduan@pajak.go.id.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, Silahkan kunjungi website resmi pengaduan.pajak.go.id. Di sana Anda bisa mendapatkan informasi sejelas-jelasnya mengenai permasalahan Anda.

Agar memudahkan Anda mengurus SSE pajak bagi setiap karyawan, bisa juga dengan bantuan software khusus seperti KaryaONE yang menawarkan fitur Payroll, BPJS, dan PPh 21. Tersedia perhitungan PPh 21 atas gaji yang diterima karyawan dengan menggunakan metode perhitungan yang sudah disesuaikan dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Bahkan ada pula template untuk impor aplikasi e-SPT PPh 21.

Dengan begini, Anda dan seluruh karyawan di perusahaan bisa lebih mudah membayar pajak sehingga risiko pembayaran telat dapat ditekan. Mari jadi warga negara yang baik dengan taat membayar pajak!

Sumber : Finansialku.com
banner_karyaone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog