Strategi HR untuk Menghadapi Tantangan Kerja di 2021

Strategi HR 2021 – Hingga akhir tahun 2020 covid-19 masih menjadi mimpi buruk kita. Seperti yang Anda lihat dari situasi global WHO ini, per 27 Desember 2020:
79 juta lebih kasus yang dikonfirmasi
1,7 juta lebih kasus kematian

Seberapa lelahnya orang-orang dengan covid-19, kita tidak punya pilihan selain menghadapinya. Mengeluh tidak membawa apa-apa kecuali menguras energi kita saja.

Tahun depan, 2021 adalah tahun pembangunan kembali. Vaksin membawa harapan baru untuk mengakhiri pandemi ini. Namun cara kerja karyawan dan bisnis pasti tidak akan  kembali seperti sebelum pandemi, meskipun semua orang sudah sukses divaksinasi.

Sebagai seorang pemimpin, apa yang harus dipersiapkan untuk tahun 2021 yang lebih baik?

Di bawah ini kami akan berbagi strategi hr untuk persiapan 2021 yang lebih baik.

Apa strategi untuk keselamatan kerja di perusahaan?

Keputusan dasar yang perlu Anda ambil..

Upaya praktis pertama adalah penyediaan masker secukupnya, menyediakan tempat cuci tangan dan atau hand sanitiser, serta mengikuti pedoman kesehatan dari pemerintah atau dinas kesehatan setempat.

Pertimbangkan cara menerapkan rekomendasi tersebut ke dalam rencana Anda untuk menjaga keselamatan kerja karyawan Anda.

Apakah Anda sudah memperkirakan tempat-tempat yang memiliki risiko tinggi?

Tempat yang memiliki risiko tinggi seperti ruang meeting internal, kantin, ruang meeting eksternal, atau gudang penerima barang adalah tempat-tempat yang memiliki risiko tinggi orang terjangkit virus.

Bagaimana Anda akan memberikan proteksi ekstra untuk tempat-tempat tersebut? Ada beberapa cara seperti:

Dalam ruangan tertutup dengan sirkulasi yang minim, ada resiko besar penyebaran virus, terutama ruangan sempit, dan AC terus hidup. Oleh karena itu diusahakan untuk membuka jendela agar ada sirkulasi udara sehingga tercipta udara segar dan suasana yang sehat di dalam

  • Penggunaan kamera cctv thermal.
  • Penyediaan hand sanitizer lebih banyak di lokasi tersebut.
  • Mewajibkan orang yang berada di lokasi tersebut tidak hanya menggunakan masker tapi juga face shield.

Baca juga: Contoh Penerapan Artificial Intelligence Dalam Bisnis

2. Fleksibilitas adalah bagian dari new normal karena…

Kehidupan kantor tidak akan pernah sama. Haruskah Anda mempertahankan sistem kerja jarak jauh atau memaksa semua karyawan Anda untuk kembali ke kantor?

Anda dapat menerapkan fleksibilitas dalam jam kerja / jadwal kerja, lokasi kerja, serta operasional harian bisnis.

Sebagai contoh…

Menurut artikel dari CNBC, Google menunda kembalinya karyawan ke kantor Google hingga 1 September 2021.

Begitu juga dengan Amazon..

Dikutip dari the Edge Market, juru bicara Amazon menyampaikan melalui email “Karyawan yang jenis pekerjaannya dapat dilakukan dari rumah dipersilakan untuk melakukannya hingga 30 Juni 2021.

Contoh Google dan Amazon adalah ini adalah tentang fleksibilitas lokasi kerja kantor.

Baca juga: Keuntungan dan Kerugian Jam Kerja Fleksibel

Kantor Facebook memiliki strategi fleksibilitas yang lain.

Pendiri dan kepala eksekutif Facebook Mark Zuckerberg mengatakan kepada stafnya bahwa mereka secara agresif membuka perekrutan jarak jauh pada bulan Juli. Dia mengharapkan selama 5 s/d 10 tahun ke depan sebagian pegawainya akan melakukan pekerjaan mereka di luar kantor Facebook.

Bagi Facebook sistem kerja jarak jauh akan menjadi trend kerja jangka panjang sehingga semua proses kerja pun semuanya harus bisa dilakukan secara jarak jauh.

Strategi HR yang satu ini sangat penting. Kebijakan fleksibilitas dapat memberikan ruang gerak bagi perusahaan untuk terus berbisnis, dan menjawab tantangan menjaga keamanan kerja.

Namun untuk mendukung fleksibilitas ini, perusahaan perlu memerlukan bantuan yang akan kita bahas di poin berikutnya.

3. Digital workplace (tempat kerja digital) sebagai solusi?

Tempat kerja digital/digital workplace adalah penggunaan seperangkat alat digital oleh perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan baik administrasi maupun operasional.

Alat digital ini bisa apa saja. Mulai dari pesan instan otomatis hingga alat rapat virtual, alat media sosial perusahaan, dan bahkan alur kerja otomatis.  Pandemi mendorong perusahaan untuk menciptakan digital workplace-nya sendiri.

Sebagai contoh…

meeting menggunakan Zoom atau Google hangout, perencanaan dan kontrol kerja menggunakan Trello hingga pembuatan laporan absensi otomatis dengan aplikasi online.

Baca juga: Download 10 Template Excell Terbaik Contoh Format Laporan HRD

Karyawan memerlukan pelatihan untuk menggunakan aplikasi ini, tetapi sebelum itu, Anda harus memilih aplikasi apa yang akan digunakan. Pertimbangkan perangkat keras, keamanan, dan anggaran Anda.

Untuk mengakomodasi manajemen kehadiran normal baru, Anda dapat mencoba KaryaOne, aplikasi HRIS berbasis cloud kami. Pelacakan kehadiran seluler, laporan kehadiran otomatis, permintaan izin, dan lainnya.

4. Perusahaan mau tidak mau menggunakan otomasi tempat kerja. Apa itu?

Workplace automation adalah proses menginstruksikan perangkat lunak, dan terkadang perangkat keras, melalui koneksi jaringan intranet/internet, untuk melakukan alur kerja otomatis yang sudah dirancang sebelumnya.

Alur kerja adalah mekanisme data dikumpulkan, diproses, disimpan, diubah, dan dibagikan di antara sekelompok orang

Mekanisme ini sering diterapkan untuk pekerjaan yang berulang dan membosankan, prosesnya dirancang agar tidak memerlukan manusia untuk melakukannya, atau bahkan memicunya.

Dalam keseharian kita yang paling sederhana adalah reminder handphone. Setiap waktu tertentu reminder mengingatkan kita untuk melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang kita instruksikan.

Baca juga: Mengapa Artificial Intelligence Dapat Mengubah SDM?

Contoh otomatisasi di tempat kerja antara lain:

  1. Sistem rekrutmen melalui website. Perusahaan merancang alur kerja untuk seseorang yang ingin bergabung dengan perusahaan.  Sehingga personel SDM hanya perlu memasukkan nama mereka ke dalam sistem jika ingin mencari data calon pegawai tsb.  Semua dokumen yang sudah pasti benar akan sudah masuk ke sistem tanpa harus di-input ulang. Sistem juga bisa secara otomatis melakukan penilaian administratif calon pegawai berdasarkan cv-nya.
  2. Sistem pesan kertas printer.  Otomatisasi juga bisa dilakukan di tempat kerja fisik, misalnya perusahaan membuat alur kerja agar printer mengirimkan info permintaan kertas baru saat stok menipis.
  3. Sistem pesan stock barang dagangan ke supplier. Sama seperti butir 2, sistem akan mengirimkan data kebutuhan persediaan barang dagangan ke supplier jika persediaannya sudah mencapai buffer stock.

Seiring berjalannya waktu, dan dituntut situasi seperti pandemi ini, perusahaan menyadari bahwa ada banyak pekerjaan administratif yang dapat digantikan dengan beberapa bentuk otomatisasi.

Meskipun demikian, Anda tetap masih membutuhkan orang untuk memelihara otomatisasi tersebut. Untuk memastikan otomasi itu berfungsi dengan yang seharusnya.

Hal yang menjadi pertanyaan adalah…

Apakah karyawan Anda saat ini memiliki keterampilan untuk menggunakan sistem itu? atau Anda perlu memberi mereka pelatihan baru?

Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu penyesuaian deskripsi pekerjaan. Karena otomatisasi, Anda mungkin perlu mengubah deskripsi pekerjaan karyawan dan aktivitas sehari-hari.

5. Resilience Skill, kemampuan terlupakan yang karyawan Anda perlu tingkatkan saat ini

Strategi HR yang terakhir dan tak kalah penting yaitu…

Resilience skill. Ini adalah kapasitas seseorang untuk merespon tekanan dan tuntutan kehidupan sehari-hari.

Definisi kamus mencakup konsep-konsep seperti kelenturan fleksibilitas, daya tahan, kekuatan, kecepatan pemulihan, dan daya apung. Singkatnya, ketahanan memengaruhi kemampuan kita untuk ‘bangkit kembali’.

Tahun 2020 memaksa kita untuk memaksimalkan resilience skill kita. Dan itu membuat kita sadar bahwa yang kita miliki saat ini masih kurang. Tidak hanya sebagai pemimpin tetapi kita juga perlu mengajarkannya kepada karyawan.

Di tahun 2021 kita perlu memberikan pelatihan kepada semua pemimpin di dalam perusahaan agar mampu memimpin di masa-masa sulit, tetap gesit, serta terus mengevaluasi dan meningkatkan sistem tempat kerja yang baru.

Baca juga: Resiliensi & Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *