10 Cara Membuat Strategi Marketing Bisnis

strategi marketing bisnis

Strategi marketing bisnis merupakan langkah-langkah yang dilakukan pebisnis atau perusahaan guna mencapai target marketing.

Strategi marketing penting dilakukan untuk mendapatkan konsumen dan bertahan terhadap daya saing produk bisnis di pasaran.

Dengan membuat strategi marketing yang baik, diharapkan proses marketing bisa berjalan secara dinamis, terkontrol dan tidak monoton dengan satu gaya marketing saja.

Aplikasi HR Berbasis Cloud KaryaOne

Tanpa adanya strategi marketing yang teruji, bisa dipastikan marketing akan jatuh, terlebih apabila muncul berbagai strategi lain yang digunakan oleh kompetitor.

Bagaimana cara membuat strategi marketing bisnis yang bisa Anda terapkan? berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda coba.

10 Cara Membuat Strategi Marketing Bisnis

Tulis Gambaran Bisnis Anda

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menulis tentang bisnis Anda. Anda bisa menggunakan business canvas seperti di bawah ini untuk memudahkan menulis tentang bisnis Anda.

 

Tulis Gambaran Bisnis Anda - strategi marketing bisnis

 

Business Canvas dapat dibuat menggunakan kertas biasa atau aplikasi seperti di atas. Dengan menggunakan Business Model Canvas, Anda akan mengetahui gambaran umum.

tentang operasi bisnis. Secara tidak langsung, Anda pun akan tahu apa kekuatan dan kelemahan bisnis Anda.

Apa saja peluang untuk berkembang dan apa ancaman yang dapat menghambat kesempatan tersebut.

Penjelasan tiap komponen Business Model Canvas adalah sebagai berikut.’

  1. Customer segment. Jelaskan tentangan siapa konsumen bisnis Anda. Berapa umurnya, jenis kelamin, hobi, tempat tinggal
  2. Value proposition. Mengapa konsumen membeli/menggunakan produk Anda?
  3. Channels. Bagaimana Anda mempromosikan value produk Anda?
  4. Customer Relationship. Bagaimana Anda berkomunikasi dengan konsumen Anda di setiap perjalanan bisnisnya?
  5. Revenue Streams. Darimana saja sumber pendapatan atas bisnis Anda?
  6. Key Activities. Apa aktivitas penting yang perlu dilakukan bisnis Anda agar dapat memberikan produk sesuai yang dijanjikan?
  7. Key Resources. Apa aset penting perlu dimiliki oleh bisnis Anda?
  8. Key Partnership. Apa yang perusahaan tidak perlu kerjakan sehingga perusahaan bisa fokus pada key activities-nya?
  9. Cost Structure. Biaya-biaya apa saja yang paling diperlukan oleh bisnis Anda? Bagaimana biaya tersebut berhubungan dengan sumber penghasilan Anda?

Lakukan audit marketing

Anda perlu melakukan audit marketing secara berkala guna mengetahui kondisi internal dan eksternal yang mempengaruhi kegiatan pemasaran.

Langkah ini perlu dilakukan secara berkala, namun bukan berarti setiap Anda ingin membuat strategi marketing. Karena proses auditnya cukup mendetail

Bagaimana cara melakukan audit marketing?
Oleh karena audit marketing adalah penilaian pemasaran perusahaan yang sistematis, ada 7 bagian yang perlu Anda audit.

1. Macro environment audit
Audit ini mencakup faktor eksternal perusahaan seperti ekonomi, sosial, politik, teknologi, peraturan pemerintah dan kondisi alam.

2. Marketing Strategy Audit
Dengan strategi ini, perusahaan dapat menjawab pertanyaan apakah strategi marketing sebelumnya telah sesuai dengan marketing goal.

3. Marketing Organization Audit
Kegiatan marketing tentu tidak dapat dijalankan departemen yang mengerjakannya. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah departemen marketing saat ini mampu mencapai marketing goal secara maksimal atau tidak.

4. Marketing System Audit
Dalam Audit ini perusahaan akan menganalisa prosedur operasional pemasaran. Proses marketing terkadang berkaitan dengan departemen lain, jadi perusahaan perlu menganalisa apakah ada masalah di dalamnya atau tidak

5. Marketing Productivity Audit
Berbeda dengan marketing organization audit yang fokus pada 1 departemen, marketing productivity audit lebih spesifik ke produktivitas sub departemen/individu.

6. Marketing Function Audit
Jenis audit ini mengevaluasi kompetensi perusahaan dari sudut pandang produk, harga, jalur distribusi, pemasaran dan tenaga penjualan. Penilaian juga termasuk perbandingan dengan pesaing

7. Task Environment Audit
Sama halnya dengan macro environment audit, task environment audit juga menilai faktor-faktor eksternal perusahaan.

Namun faktor-faktor ini berkaitan langsung dengan operasional pemasaran. Contohnya kondisi pasar, industri, pesaing dan hubungan antara perusahaan dengan distributor.

Tentukan Tujuan Pemasaran

Berdasarkan data hasil audit marketing, perusahaan dapat mulai menyusun marketing goal.

Buatlah sebuah target yang besar dan memotivasi. Namun, mungkin untuk dicapai. Tidak perlu muluk-muluk.

Poin pentingnya adalah agar bisnis Anda terus berkembang bukan kemudian gagal di tengah jalan.

Bagaimana cara membangun tujuan yang jelas untuk rencana pemasaran Anda?

Saat menentukan tujuan pemasaran, tujuan tersebut haruslah SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timely).

Menentukan tujuan pemasaran penting agar kita lebih jelas mengetahui arah yang dituju dan bagaimana mencapai ke sana.

Contoh tujuan marketing secara umum:

1. menjual lebih banyak
2. mengembangkan brand awareness
3. memperluas bagian pasar
5. masuk ke pasar baru
6. menjangkau konsumen baru
7. mendapatkan lebih banyak penghasilan
8. mendapatkan pendanaan

Agar mengikuti syarat SMART, Anda perlu menambahkan angka pertumbuhan dan periode waktu untuk mencapai tujuan tersebut.

Hal ini tentunya dipertimbangkan berdasarkan kinerja periode sebelumnya, kondisi eksternal dan internal perusahaan.

Tetapkan anggaran

Poin ini mungkin sulit namun sangat vital, rencanakan sedetail mungkin semua biaya yang akan Anda keluarkan dan catat ke dalam sebuah dokumen.

Bagaimana cara menetapkan anggaran pemasaran yang tepat?

Pertama-tama, tanyakan ke departemen Accounting/Finance untuk mengetahui Pendapatan Kotor atau Perkiraan Pendapatan selama periode akuntansi tertentu.

Kedua, lihat ukuran perusahaan Anda. Apakah Anda perusahaan baru (umur 1-5 tahun), perusahaan yang sudah stabil (umur 5 tahun lebih)?

Untuk perusahaan baru, sebaiknya alokasi budget pemasaran adalah 12 – 20% dari pendapatan kotor.
Untuk perusahaan yang sudah stabil, alokasi budget bisa dari 6 – 12% pendapatan kotor.

Perusahaan baru perlu biaya pemasaran lebih besar karena orang-orang belum mengenal perusahaan tersebut.

Sedangkan untuk perusahaan yang telah stabil, konsumen sudah mengenal brand produknya jadi akan merasa lebih nyaman beli dari perusahaan tersebut.

Tentukan Target Pasar

Setelah mengetahui gambaran tentang bisnis Anda, budget pemasaran sudah ada, goal marketing sudah jelas, langkah selanjutnya adalah menyusun kampanye seperti apa yang akan Anda buat.

Media apa yang akan digunakan untuk menjalankan kampanye tersebut.

Demi menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, ada 2 hal yang masih perlu Anda lakukan pertama adalah menentukan sekarang cari tahu apakah Anda masih mau menggunakan target pasar yang sama dengan periode sebelumnya, atau mengembangkan ke target pasar yang baru.

Anda bisa mempelajari lebih tentang niche market di artikel ini. Secara garis besar setelah Anda menemukan niche market, Anda dapat memilih pasar mana yang ingin Anda masuki.

Bagaimana menyediakan produk yang tepat untuk mereka dan bagaimana berkomunikasi dengan mereka.

Semakin baik Anda memahami pelanggan Anda dari luar dan dalam maka, semakin baik pula strategi marketing yang dapat Anda buat nanti.

Analisa Kompetitor

Tunggu dulu, sebelum membuat langkah-langkah strategi marketing bisnis yang spesifik, ketahui dulu siapa saja pesaing Anda di ranah industri tersebut.

Pasalnya, mungkin banyak perusahaan di lini bisnis Anda yang memiliki target pasar yang sama.

Sama seperti memahami pelanggan, Anda pun harus memiliki intel untuk memata-matai kompetitor mulai dari produk dan servis yang disediakan hingga apa yang akan mereka kembangkan.

Bayangkan, bila Anda sebagai pelanggan, apa yang perlu Anda lakukan agar mereka memilih Anda dibanding kompetitor.

Kemajuan kompetitor bukan untuk membuat Anda merasa terintimidasi namun mencari celah di mana bisnis Anda bisa berkembang lebih baik.

Bagaimana cara melakukan analisa pesaing?

1. Identifikasi 10 pesaing terbaik Anda

Ada beberapa cara untuk menemukan siapa pesaing bisnis Anda antara lain: cari penjual produk/penyedia jasa yang sama di mesin pencari, atau gunakan tools seperti SEMRush.

analisa kompetitor - strategi marketing bisnis

2. Analisa konten pesaing

Buka semua blog dan media sosial mereka untuk mencari tahu konten apa saja yang mereka buat akhir-akhir ini. Isi konten, tipe konten (video, infografis, artikel, penelitian, dll) dan frekuensi publikasi. Setelah ini bandingkan dengan bagaimana Anda mengelola konten Anda sendiri.

3. Analisa apa yang ditawarkan pesaing

Tentunya Anda perlu mencari tahu produk apa yang dijual pesaing. Apakah solusi yang ditawarkan/kualitasnya lebih baik dari produk Anda?

Kemudian pelajari strategi harganya, apa saja jalur distribusi penjualannya.

Kalau Anda memiliki konsumen yang sama dengan mereka juga, Anda bisa bisa mengajukan beberapa pertanyaan ke konsumen Anda, jika mereka merasa nyaman.

Menyiapkan kampanye

Bila Anda telah selesai melakukan semua analisa itu, kini saatnya untuk mempersiapkan kegiatan pusat kampanye.

Ada dua jenis kampanye yakni builder campaign dan driver campaign.

Nah untuk builder campaign ini perusahaan meletakkan strategi untuk jangka panjang contoh pembangunan situs perusahaan dan menjaga keterlibatan sosial untuk kampanye berkelanjutan.

Sedangkan untuk driver campaign, disebut juga kampanye jangka pendek hanya satu hingga 3 bulan saja.

Jika nanti Anda membuat kampanye, pastikan bahwa kampanye tersebut selaras dengan hasil analisa yang telah Anda lakukan sebelumnya.

Membuat tim

Tanpa adanya tim yang Anda rekrut, rencana Anda untuk membuat menjalankan kampanye nampaknya akan sulit.

Anda mungkin pintar dalam membuat konsep bisnis tetapi, untuk bidang penjualan dan yang lainnya? Tidak semuanya bisa Anda lakukan sendiri.

Anda tentu memerlukan bantuan orang lain. Namun siapa melakukan apa? Apa saja yang diperlukan agar kampanye dapat berjalan dengan sukses?

Demi memudahkan delegasi pekerjaan terkait pelaksanaan kampanye, Anda harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

1. Kampanye apa yang akan dibuat?
2. Aktivitas apa saja yang diperlukan untuk menjalankan kampanye tersebut?
3. Siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kampanye tersebut?
4. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan kampanye tersebut?
5. Berapa lama kampanye tersebut dijalankan?
6. Apa tujuan marketing yang dicapai oleh kampanye tersebut?
7. Apa ukuran yang dipakai untuk mengukur keberhasilan kampanye tersebut?
8. Skill apa yang dibutuhkan untuk menjalankan kampanye tersebut?
9. Apakah perlu menggunakan jasa eksternal untuk menjalankan kampanye tersebut?

Jika Anda mampu menjawab semua pertanyaan itu dengan rinci, proses pelaksanaan kampanye akan dengan mudah dilakukan.

Anda tahu apa yang ingin Anda capai, bagaimana mencapainya, siapa yang mengerjakannya, bagaimana mengukur pencapaiannya.

Diskusikan strategi marketing yang efektif bersama tim Anda

Action

Semua rencana hanya akan rencana bila tidak dilakukan. Maka dari itu, kerjakanlah rencana marketing Anda sesuai dengan strategi pemasaran yang telah Anda buat.

Pada saat kampanye telah dijalankan, Anda tinggal memantau proses pelaksanaan kampanye. Apakah tim Anda kesulitan menjalankan strategi pemasaran dari Anda?

Seringkali kegiatan yang berjalan tidak sesuai dengan rencana yang diambil. Bagaimana Anda akan menanganinya?

 

metodelogi scrum - strategi marketing bisnis

 

Demi memastikan strategi Anda dapat berjalan dengan lancar, Anda mungkin mau mencoba menggunakan metodologi scrum.

Apa itu scrum? Sebuah metode tentang bagaimana cara Anda menjalankan sebuah proyek.

Scrum akan membantu Anda mengorganisir tim, dan menuntut Anda untuk memiliki komunikasi yang kuat sesama anggota tim.

Secara singkat scrum sendiri dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  1. Pemilik proyek membuat daftar prioritas keinginan/masalah yang ingin diprioritaskan.
  2. Buat sprint, proyek kecil dengan jangka waktu kurang dari 1 bulan, untuk menyelesaikan keinginan/masalah tadi.
  3. Dalam perencanaan sprint, semua anggota tim mendiskusikan solusi atas keinginan/masalah dari daftar prioritas teratas
  4. Setiap hari ada scrum harian yaitu pengecekan progres pekerjaan sprint.
  5. Sprint diakhiri dengan meninjau hasil dari sprint dan prosesnya.
  6. Kemudian tim melanjutkan lagi dengan keinginan/masalah dari daftar yang masih belum diselesaikan. Hal ini berlangsung terus sampai semua daftar prioritas habis.

Evaluasi dan ukur

Membuat strategi marketing tidak dapat berhenti hanya sampai di pelaksanaan. Anda harus mengukur efektivitas strategi yang telah Anda terapkan.

Dengan melakukan hal ini, Anda dapat membuat rencana yang tepat untuk masa depan bisnis Anda.

Lihat lagi tujuan pemasaran Anda. Berapa % tujuan pemasaran Anda tercapai?

Lakukan tinjauan bersama tim Anda, apa kendala yang dihadapi, solusi dan usulan untuk strategi marketing selanjutnya.

Itulah 10 langkah dalam membuat strategi marketing bisnis, semoga bermanfaat.

Punya pengalaman lain yang cukup menarik dalam melakukan strategi marketing? Share di kolom komentar ya!

Banner KaryaOne - Aplikasi Penggajian Karyawan Terbaik

 

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *