Pengertian dan Contoh Struktur Organisasi Fungsional, Divisional, dan Matrix

Back to Pos
Struktur Organisasi Fungsional

Struktur Organisasi Fungsional – Dalam sebuah perusahaan, penting kiranya untuk memiliki struktur organisasi perusahaan agar memudahkan koordinasi dalam mencapai target. Selain itu juga untuk mempermudah operasional perusahaan.

Struktur organisasi perusahaan ini dibedakan menjadi tiga jenis, yakni struktur organisasi fungsional, divisional, dan matrix.

Bagaimana pengertian dari masing-masing nya dan contohnya? Berikut ulasan yang bisa Anda simak.

Banner KaryaOne - Solusi HR, Payroll dan Talent management Indonesia

Struktur Organisasi Fungsional

Struktur organisasi fungsional merupakan salah satu yang paling populer dan digunakan dalam berbagai perusahaan di Indonesia. Struktur fungsional dibedakan berdasarkan fungsi manajemen dan unit kerja satu divisi.

Keunggulan dari struktur fungsional ini di antaranya adalah dari segi sumber daya manusia yang lebih efisien, sehingga dapat menghemat pengeluaran operasional perusahaan.

Selain itu, dalam koordinasi juga lebih baik dan akan berjalan sesuai fungsinya. Dengan demikian juga akan mudah untuk mengklasifikasikan karyawan berdasarkan skill yang dimiliki.

Akan tetapi, di sisi lain struktur organisasi fungsional juga memiliki kelemahan. Kelemahan pertama adalah meski koordinasi baik, namun dalam hal komunikasi antar tim bisa dibilang cukup kesulitan.

Kedua, anggota atau karyawan akan fokus pada pekerjaan yang mereka emban tanpa mengetahui beban tim lainnya. Dengan begitu, akan mengakibatkan terbengkalainya sebuah pekerjaan tertentu.

Apabila digambarkan, contoh dari struktur organisasi fungsional ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Contoh Struktur Organisasi Fungsional Perusahaan

Contoh Struktur Organisasi Fungsional Perusahaan

 

Struktur Organisasi Divisional

Pada dasarnya, struktur organisasi perusahaan ini dibuat berdasarkan pengelompokan sesuai kriteria khusus.

Misalnya saja melalui pengelompokan pelayanan, letak geografis hingga segmentasi pasar yang ada. Dalam model ini, setiap divisi akan merancang dan membuat struktur organisasi secara mandiri.

Beberapa keunggulan dari struktur organisasi divisional di antaranya adalah pengelolaan yang dapat berjalan lebih baik antar departemen maupun divisi, sehingga sangat cocok diterapkan untuk divisi yang kerap kali mengalami perubahan lingkungan yang cepat.

Lalu, struktur organisasi divisional juga memiliki kelemahan dalam praktiknya. Adapun kelemahan ini biasanya pada koordinasi yang cukup buruk dan sumber daya divisi yang kurang.

Selain itu, kepentingan divisi akan lebih penting di atas kepentingan perusahaan. Terjadinya persaingan divisi pun cukup tinggi dan rentan memunculkan masalah baru. Adapun contoh dan gambar dari struktur organisasi perusahaan ini adalah sebagai berikut:

Contoh Struktur Organisasi Divisional Perusahaan

Contoh Struktur Organisasi Divisional Perusahaan

 

Struktur Organisasi Matrix

Terakhir, struktur organisasi perusahaan yang populer digunakan di Indonesia dan beberapa perusahaan besar di dunia adalah struktur organisasi matrix.

Cara kerja dan struktur yang ada dalam model ini adalah menggabungkan dua struktur organisasi sebelumnya, yakni fungsional maupun divisional.

Keunggulan menggunakan struktur organisasi perusahaan ini adalah dapat mengambil keputusan dengan mudah. Untuk bisnis, ini akan lebih mendekatkan Anda dengan konsumen.

Meski begitu, struktur organisasi matrix memiliki kelemahan. Beberapa kelemahannya adalah sulit untuk memilih tenaga profesional yang dapat diandalkan.

Potensi konflik antar unit cukup besar karena adanya job desk atau kegiatan yang sama. Untuk lebih mudahnya mengenai gambaran struktur organisasi ini dapat dilihat dalam gambar di bawah ini.

Contoh Struktur Organisasi Matriks Perusahaan

Contoh Struktur Organisasi Matriks Perusahaan

 

Jadi, Mana yang Terbaik?
Setelah Anda membaca dan mengetahui struktur organisasi fungsional perusahaan dan struktur organisasi perusahaan lainnya, mungkin Anda terpikir mana yang terbaik? Pada dasarnya, semua organisasi perusahaan di atas adalah yang terbaik.

Namun, dalam memilih salah satu yang terbaik, ada beberapa kriteria. Di sini yang paling penting adalah perhatikan kebutuhan dan target perusahaan yang ingin dicapai.

Kemudian, Anda juga perlu untuk memperhatikan jumlah karyawan. Apakah jumlah karyawan di perusahaan Anda mumpuni dan cukup bila ingin menerapkan salah satu struktur organisasi perusahaan.

Selain itu, penting pula untuk melakukan evaluasi secara berkala dalam kurun waktu tertentu. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas struktur organisasi perusahaan yang telah diterapkan.

Apabila terjadi hal yang kurang memuaskan, Anda bisa melakukan pengubahan struktur organisasi baru.

Setidaknya, di atas adalah pengertian mengenai struktur organisasi fungsional dan struktur organisasi perusahaan lainnya yang dapat Anda pilih dalam menjalankan operasional di perusahaan yang Anda pimpin.

Jadi, pertimbangkan dengan jeli manakah struktur organisasi perusahaan yang tepat untuk Anda.

Sumber: smartdraw.com

____________

KaryaOne adalah aplikasi berbasis web untuk mengelola administrasi HRD seperti absensi, cuti, lembur, penggajian hingga menilai kinerja karyawan.

Coba Gratis KaryaOne Sekarang atau Hubungi Kami untuk konsultasi dan melihat fitur KaryaOne apa saja yang dapat membantu bisnis Anda.

Banner KaryaOne - Solusi Manajemen Absensi, Penggajian dan Manajemen Kinerja Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Pos