Teori Gaya Kepemimpinan

Back to Blog
Teori Gaya Kepemimpinan

Teori gaya kepemimpinan lebih berfokus pada apa yang sebenarnya dilakukan oleh seorang pimpinan daripada melihat siapa yang memimpin. Alih-alih melihat kualitas yang dimiliki oleh seorang pemimpin atau keterampilan yang mereka peroleh, teori gaya kepemimpinan cenderung melihat apa yang sebenarnya dilakukan oleh para pemimpin.

Hal ini mengacu pada perilaku dan kecenderungan tindakan yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang mengarah pada gaya kepemimpinannya masing-masing dan bagaimana hal tersebut memiliki pengaruh di lingkungannya. Teori gaya kepemimpinan berfokus pada dua jenis perilaku utama, yaitu perilaku tugas dan perilaku hubungan.

Teori gaya mengacu pada tiga gaya kepemimpinan utama yang biasa dikenal dengan The Ohio State University Studies atau Studi Universitas Ohio, The Michigan University Studies atau Studi Universitas Michigan, dan The Blake and Mouton Managerial Grid atau Grid Manajerial Blake dan Mouton.

Teori Gaya Kepemimpinan

banner_karyaone

The Ohio State University Studies

Pada 1945, peneliti dari Universitas Ohio melakukan penelitian untuk mengidentifikasi beberapa perilaku pemimpin yang dapat diamati daripada melihat ciri khas masing-masing pemimpin. Dalam penelitiannya, ada sembilan dimensi perilaku kepemimpinan yang berbeda-beda.

Mereka melakukan survei untuk melihat bagaimana perilaku dari setiap pimpinan. Hasilnya menunjukkan bahwa dua perilaku utama dari pimpinan yang diamati adalah pertimbangan dan perilaku awal.

Pertimbangannya adalah bagaimana pemimpin menunjukkan kepeduliannya terhadap anggota kelompok. Para pemimpin ini memperlakukan semua orang atau karyawan dengan setara, ramah, serta tidak membuat batasan antara pimpinan dan karyawan.

Pemimpin juga sangat berorientasi pada tugas sehingga membuat karyawan taat pada peraturan dan tahu apa yang pimpinan harapkan dari mereka. Hal inilah yang menjadi faktor signifikan dalam kepemimpinan.

The Michigan University Studies

Teori gaya kepemimpinan selanjutnya berasal dari Universitas Michigan yang melakukan penelitian pada tahun 1950-an. The Michigan University Studies menemukan bahwa ada dua perilaku utama yang ditunjukkan oleh seorang pemimpin, yaitu orientasi karyawan dan orientasi produksi.

Orientasi karyawan adalah di mana pemimpin melihat karyawan sebagai seorang manusia, sedangkan orientasi produksi melihat karyawan sebagai cara atau alat untuk menyelesaikan pekerjaan.

Dari dua perilaku ini, orientasi karyawan menunjukkan hasil yang lebih baik daripada orientasi produksi. Hal ini bisa ditingkatkan saat karyawan bisa dipercaya dan tidak perlu diawasi setiap saat.

The Michigan University Studies juga menemukan tiga karakteristik utama yang efektif dari pemimpin, yaitu perilaku berorientasi tugas (merencanakan, mengkoordinasi, menjadwalkan kegiatan atau pekerjaan), perilaku berorientasi pada hubungan, dan kepemimpinan partisipatif yang melibatkan seluruh anggota tim dana perencanaan suatu kegiatan.

The Blake and Mouton Managerial Grid

Blake dan Mouton adalah dua orang ahli di bidang yang berbeda. Blake adalah profesor di bidang psikologi, sedangkan Mouton adalah sarjana matematika yang kemudian beralih mempelajari psikologi. Mereka bersama-sama mengembangkan konsep tentang Grid Manajerial.

Konsep ini berdasarkan dua pemikiran perilaku yang berbeda, yaitu kepedulian terhadap orang dan kepedulian terhadap hasil. Kepedulian terhadap orang adalah saat di mana seorang pemimpin mempertimbangkan kebutuhan, minat, dan bidang peningkatan tim untuk memutuskan cara terbaik penyelesaian tugas.

Sedangkan, kepedulian terhadap hasil adalah saat pemimpin menunjukkan kesiapan, tujuan khusus, dan memperkuat produksi untuk penyelesaian tugas.

Teori Grid Manajerial dari Blake dan Mouton diyakini sebagai metode gaya kepemimpinan yang paling efektif dengan beberapa konsep yang mereka temukan antara lain:

  • Impoverished Management

Impoverished Management adalah ketika pemimpin merasa acuh terhadap hal di sekitarnya. Pemimpin yang seperti ini menaruh sedikit minat untuk menciptakan lingkungan kerja yang bisa menyelesaikan pekerjaan sehingga hasil kerja menjadi buruk.

  • Produce or Perish Management

Tipe pemimpin satu ini memiliki aturan, kebijakan, dan prosedur yang ketat, serta memberlakukan hukuman untuk memotivasi tim. Hal baiknya adalah hasil produksi bisa tinggi. Namun, disisi lain semangat dan motivasi tim akan menurun.

  • Middle of the Road Management

Gaya kepemimpinan Middle of the Road Management mencoba menyeimbangkan antara hasil dan orang. Kedengarannya sangat ideal, namun pada kenyataannya malah menimbulkan kekecewaan pada tim dan menurunkan produksi.

  • Country Club Management

Gaya kepemimpinan Country Club Management sangat peduli terhadap perasaan anggota tim. Pemimpin akan lebih memikirkan bagaimana cara membuat karyawan merasa bahagia dan dibutuhkan.

  • Team Management

Gaya kepemimpinan Team Management adalah saat pemimpin mengelola produksi dan kebutuhan organisasi dengan baik sehingga anggota tim memahami tujuan organisasi. Dengan melibatkan orang-orang dalam menentukan kebutuhan produksi, mereka merasa berkomitmen dan ingin memiliki suara dalam bagaimana suksesnya organisasi.

Itulah beberapa teori gaya kepemimpinan yang biasanya ditemukan di lingkungan kerja. Kira-kira teori mana yang paling mendekati gaya kepemimpinan Anda selama ini?

Sumber :
Missouriwestern : Style Theory of Leadership

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog