Tipe Jadwal Kerja yang Perlu Anda Ketahui

tipe-jadwal-kerja

Tipe Jadwal Kerja – Setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Begitu juga dengan tipe jadwal kerja yang diterapkannya.

Sebab, dengan adanya sistem kerja yang terjadwal memudahkan para karyawan dan pimpinan perusahaan untuk memberikan jobdesk sesuai dengan tugas masing-masing divisi.

Setidaknya, ada lima tipe jadwal kerja yang perlu Anda ketahui. Apa sajakah? Simak ulasannya di bawah ini.

Banner KaryaOne - Payroll Software Indonesia

Jadwal Kerja Umum (Normal)

Jadwal kerja umum atau normal sudah banyak diterapkan di Indonesia. Baik itu untuk perusahaan besar maupun perusahaan kecil.

Untuk jadwal kerja ini diterapkan selama lima hari kerja yakni Senin – Jumat untuk jam kerja selama 8 jam per hari.

Lalu, untuk jam kerja selama 7 jam sehari diterapkan untuk perusahaan yang memiliki hari kerja Senin-Sabtu.

Dengan demikian, waktu maksimal untuk bekerja adalah 40 jam. Jadwal kerja ini memberikan keuntungan bagi karyawan maupun perusahaan karena lebih mudah untuk melakukan penjadwalan.

Jadwal Kerja Fleksibel

Tipe jadwal kerja lainnya adalah tipe fleksibel. Jadwal kerja tipe ini memiliki jadwal yang dapat berubah bila dibandingkan jadwal kerja yang normal.

Sistem kerja karyawan ini tergantung kebijakan yang dibuat oleh perusahaan. Biasanya karyawan memiliki waktu kerja yang singkat dan bisa melakukan hal lainnya di luar kerja mereka.

Kemudian, karyawan ini juga bisa kerja di mana saja atau secara remote.

Misalnya saja untuk jam kerja pada hari Senin mulai jam 09.00 hingga jam 12.30. Kemudian untuk hari Selasanya bekerja pada pukul 11.00 hingga pukul 16.00.

Begitu seterusnya dan menjadwalkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sistem Shift

Setelah mengetahui tipe jadwal kerja fleksibel, ada pula sistem kerja shift.

Di Indonesia sistem shift ini diatur dalam UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003 pasal 77. Penerapan sistem shift biasanya untuk perusahaan yang bekerja selama 24 jam misalnya seperti minimarket dan sebagainya.

Jika mengacu pada peraturan tersebut, sistem shift ini terbagi menjadi tiga yakni pagi, sore, dan malam.

Sementara, mengenai frekuensi kerjanya tergantung kebutuhan perusahaan maupun jumlah karyawan yang dimiliki.

Semua karyawan memiliki jadwal sendiri berdasarkan shift yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Maka dari itu, para karyawan harus menyesuaikan diri dengan sistem ini.

Tipe Jadwal Kerja On/Off

Selanjutnya adalah jadwal kerja on/off. Untuk sistem kerja satu ini biasa diterapkan pada perusahaan yang memiliki lokasi kerja yang cukup jauh. Contohnya saja untuk bidang perminyakan di lepas pantai maupun pertambangan.

Biasanya, tipe jadwal kerja ini memiliki pola kerja selama tiga minggu dan libur selama satu minggu. Atau bisa dengan waktu kerja selama lima minggu dan memiliki masa libur selama dua minggu.

Kelebihan dari sistem kerja ini adalah pengaturannya yang lebih mudah. Namun, di sisi lain juga memiliki kelemahan.

Di antaranya adalah kejenuhan karyawan ketika bekerja dan minimnya komunikasi dengan pihak diluar sesama karyawan.

Tipe Jadwal Kerja Normal plus Lembur

Tipe jadwal kerja yang terakhir untuk Anda ketahui adalah jadwal kerja normal plus lembur. Meski hampir sama dengan tipe  normal, ada sedikit perbedaan dari segi penggajian.

Jadwal kerja ini memiliki upah lembur untuk karyawan yang didasarkan pada beban pekerjaan dalam kurun waktu tertentu. Untuk lembur sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:

Stand By

Lembur stand by biasa dilakukan pada sebuah pabrik. Misalnya untuk bagian enginering yang harus kerja pada saat akhir pekan atau hari libur.

Mereka masuk kerja layaknya bekerja pada jam kerja normal. Selain itu, sistem penggajiannya dilakukan pada jam kerja tersebut.

Task Force

Lembur jenis ini biasa dilakukan saat tutup buku akhir tahun dan hal lainnya. Jika perusahaan menerapkan lembur ini, perusahaan wajib memberikan upah kerja lembur kepada karyawan. Tentu saja lembur ini dihitung pada jam kerja yang sudah ditentukan sebelumnya.

Setidaknya beberapa tipe jadwal kerja tersebut perlu Anda ketahui sebagai pemilik atau pimpinan perusahaan maupun divisi HR.

Mana sistem kerja terbaik yang akan Anda pilih tergantung pada kebutuhan perusahaan dan target yang ingin dicapai oleh perusahaan Anda. Semoga bermanfaat.

Sumber : thebalancecareers.com

____________

KaryaOne adalah software shift sekaligus menjadi software HRIS yang lengkap untuk mengelola administrasi HRD seperti absensi, cuti, lembur, shift, penggajian hingga menilai kinerja karyawan.

Coba Gratis KaryaOne Sekarang atau Hubungi Kami untuk konsultasi dan melihat fitur KaryaOne apa saja yang dapat membantu bisnis Anda.

Banner KaryaOne - Solusi HR, Payroll dan Talent management Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *