10 Cara Mendorong Work Life Balance atau Keseimbangan antara Kerja dan Hidup Sehat

Back to Blog

Tingginya beban kerja yang harus diselesaikan oleh karyawan terkadang membuat mereka lupa memberikan waktu untuk dirinya sendiri. Tak jarang karyawan memiliki kehidupan yang tidak sehat karena menjalankan aktivitas kerja sepanjang hari.

Namun, Anda sebagai pemimpin haruslah menyadari bahwa kesehatan karyawan menjadi salah satu hal yang bisa mendorong mereka untuk lebih bersemangat saat bekerja. Jika karyawan Anda dalam kondisi yang sehat, maka produksi perusahaan bisa lebih meningkat lagi.  

Hal-hal berikut ini bisa Anda terapkan kepada karyawan agar bisa memiliki work life balance.

banner_karyaone

Mempertahankan konsistensi struktural

Sebagai pemimpin, Anda harus bisa menjaga konsistensi dalam perusahaan setiap harinya. Hal ini menyangkut beban kerja yang diberikan kepada karyawan.

Umumnya, karyawan akan merasa khawatir dan cemas tentang beban kerja yang diberikan dan target pencapaian yang harus diraih setiap harinya jika hal tersebut berubah-ubah sepanjang waktu.

Lingkungan kerja yang stabil dan dapat diandalkan akan bisa memberikan rasa aman dan menetralkan tekanan yang mungkin dirasakan karyawan.

Menawarkan peluang keterlibatan komunitas

Untuk membangun work life balance bagi karyawan, Anda bisa membuat penawaran seperti delapan jam per tahun dari waktu sukarelawan yang dibayar kepada karyawan sebagai insentif untuk terlibat dalam aktivitas tim yang penting. Dengan begini, karyawan akan ikut terlibat juga dalam kegiatan di masyarakat.

Buat ruang untuk menyendiri di kantor

Terkadang karyawan Anda memiliki hari atau kejadian yang buruk dan butuh waktu untuk menenangkan diri dan menyegarkan pikiran. Anda bisa membuat ruang di kantor yang dibuat khusus agar karyawan dapat menyendiri dan melepaskan beban pikiran mereka.

Buat ruangan senyaman dan setenang mungkin. Bisa juga dengan menambahkan musik, bacaan, tempat duduk, tanaman, dan beberapa hiasan.

Fleksibilitas jadwal

Terkadang karyawan Anda memiliki aktivitas lain yang harus diselesaikan terkait dengan kehidupan pribadinya. Mungkin saja ada keluarga yang sakit atau masalah keluarga lainnya.

Disini Anda bisa memberikan fleksibilitas waktu bekerja, seperti misalnya mengizinkan karyawan bekerja dari rumah tanpa harus kehilangan upah kerja. Mereka bisa mengganti hari kerja mereka di akhir pekan.

Terlibat dalam latihan membangun tim

Aktivitas team building mungkin terdengar sedikit membosankan untuk dilakukan, namun sebenarnya hal ini penting untuk membangun kekompakan dan rasa keterlibatan antar karyawan.

Sebagai pemimpin, Anda juga harus mengambil bagian di kegiatan ini. Jika karyawan merasa dekat satu sama lain, mereka akan merasa memiliki seseorang yang bisa diandalkan dan dijadikan tempat cerita saat mengalami hal buruk di kantor.

Minta karyawan untuk pergi liburan

Beberapa perusahaan masih menerapkan waktu standar liburan dua minggu per tahun. Namun, ternyata jangka waktu ini dirasa tidak cukup bagi karyawan untuk pergi berlibur dan melepas penat.

Untuk itu, Anda harus bermurah hati untuk memberikan waktu libur yang sedikit lebih banyak pada karyawan Anda. Selain itu, dorong mereka untuk mengambil waktu libur dengan memberlakukan jangka waktu pengambilan cuti. Misalnya, waktu libur akan hangus di akhir tahun jika tidak digunakan.

Beri karyawan waktu istirahat selama di kantor

Duduk diam menghadap laptop selama delapan jam berturut-turut tidak baik dilakukan oleh karyawan Anda karena bisa menimbulkan risiko kesehatan.

Untuk itu, beri mereka waktu agar bisa istirahat sejenak di siang hari atau selama berada di kantor. Istirahat sejenak akan membuat pikiran kembali fresh.

Berikan waktu cuti

Untuk memberikan work life balance kepada karyawan, berarti Anda harus memberikan waktu untuk mereka menghabiskan waktu dengan keluarga atau dirinya sendiri.

Berikan izin waktu cuti yang tidak berbayar bagi mereka yang memiliki keluarga atau bagi karyawan yang sedang ingin melanjutkan pendidikan mereka.

Adakan diskusi untuk perkembangan karir karyawan

Jika Anda merasa bahwa karyawan sedang berusaha untuk menyeimbangkan kehidupan bekerja dan kehidupan pribadi, bisa tanyakan bantuan apa yang mungkin bisa Anda berikan.

Mungkin ada perubahan di tempat kerja atau kehidupan pribadi yang membuat karyawan harus beradaptasi. Anda bisa melakukan sesi diskusi secara pribadi dengan suasana yang santai.

Jadilah role model

Jika Anda ingin memberikan work life balance untuk karyawan, pastikan untuk tidak mengganggu keseimbangan tersebut dengan mengirim email atau menghubungi karyawan untuk masalah pekerjaan di akhir pekan. Hal tersebut sama saja dengan tidak mendukung karyawan memiliki waktu pribadi.

 

Hal-hal di atas bisa Anda terapkan untuk mendorong karyawan memiliki work life balance. Perlu diingat bahwa bekerja memang penting, namun kesejahteraan karyawan juga menjadi poin penting dalam kesuksesan perusahaan.

Sumber :
Pingboard : 10 Ways to Encourage a Healthy Work-Life Balance for Employees

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog